Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Cuaca Buruk, Kapal Mutiara Tenggelam di Pulau Berhala Sergai
    MEDAN(EKSPOSnews): Ombak tinggi saat cuaca buruk melanda perairan di sekitar Pulau Berhala,Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Senin 5 September 2011,menenggelamkan Kapal Motor (KM) Mutiara yang sedang menangkap ikan di kawasan itu.

    Sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) tercebur ke laut,namun berhasil diselamatkan kapal ikan lainnya. Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan Zulfahri Siagian, ke 20 ABK lompat ke laut menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam. “Kapal tenggelam dihantam badai dan 20 ABK-nya selamat,” ungkapnya  Senin 5 September 2011.

    Hingga Senin sore, belum diketahui secara terperinci berapa total kerugian materi akibat tenggelamnya kapal berkapasitas 60 gross ton (GT) yang berangkat dari Pelabuhan Belawan itu.

    Ombak tinggi mulai menerjang kapal sejak pukul 01.00 WIB, sebelum akhirnya lambung kapal milik PT SSS Medan itu pecah sekitar satu jam sebelum tenggelam. “Setelah sebagian dinding haluan kapal pecah, air laut masuk ke lambung kapal sehingga membuat posisi kapal menjadi oleng dan akhirnya kapal tenggelam,”jelasnya.

    Zulfahri melanjutkan,“Mereka ini nelayan pukat teri. Biasanya perginya berkelompok dari satu gudang.Bisa sampai delapan kapal sekali pergi dan saat di laut posisi mereka tidak berjauhan, jadi saat adanya kecelakaan ini,ABK yang hanyut diselamatkan rekan-rekannya sendiri.

    ” Cuaca di sekitar perairan utara dan timur Sumatera Utara (Sumut) sejak beberapa pekan terakhir cenderung ekstrem yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan dan angin kencang atau badai.Cuaca ekstrem disertai ombak tinggi hingga mencapai dua meter tersebut dinilai rawan menimbulkan kecelakaan laut bagi kapal dan perahu nelayan. Dia membenarkan selama musim badai dan ombak tinggi banyak nelayan di pesisir Medan enggan melaut.

    Akibatnya pasokan ikan dan udang ke sentraproduksiPelabuhanPerikanan Samudera Belawan relatif berkurang tiga pekan terakhir.

    Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumut Hendra Suwarta mengungkapkan, cuaca ekstrem di perairan ini diperkirakan terjadi hingga satu bulan ke depan.Angin kencang dapat menyebabkan ombak yang tinggi di perairan. “Kondisi ini akan sering terjadipadasorehinggamalamhari. Namun, peluang gelombang besar atau ombak yang tinggi terjadi di siang hari tidak tertutup.

    Untuk itu,bagi para nelayan diminta untuk berhati-hati. Jika melihat awan gelap, sebaiknya mengurungkan niat terlebih dahuluuntukmelaut,” pungkasnya. Sementara itu, pemilik gudang ikan, Oku mengaku mendapatkan kabar dari nelayan lainnya dan langsung menurunkan dua kapal untuk membantu menyelamatkan 20 orang ABK sekaligus menarik kapal yang karam tersebut ke Belawan,“Ke-20 ABK juga masih bertahan di sana (di kapal penyelamat),”katanya.

    Dia belum bisa memastikan kerugian yang dialaminya, namun diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah karena dipastikan peralatan yang ada di kapal rusak.(si)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!