
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Penumpang Bingung Menggunakan Tiket Elektronik di Bakauheni
BAKAUHENI (EKSPOSnews): Sejumlah penumpang pejalan kaki masih tampak kebingungan menggunakan tiket untuk membuka palang pintu elektronik "barrier" di Pelabuhan Bakauheni Lampung, yang akan menyeberang ke Merak, Banten.
Berdasarkan pemantauan di Bakauheni, Jumat, 2 September 2011 pemudik arus balik yang sudah membeli tiket elektronik kesulitan mengakses untuk membuka palang pintu tersebut. Akibatnya, sejumlah penumpang banyak yang berdesak-desakan menunggu penumpang lainnya untuk melalui pintu itu, terutama penumpang pejalan kaki lanjut usia. Kemudian, pada 'barrier' yang jumlahnya sepuluh unit tersebut ditempatkan satu petugas, untuk memandu pemudik yang masih bingung. Para penumpang harus mengangkat tinggi barang bawaan agar tidak tersangkut di pintu itu, dan pemudik juga terburu-buru karena segera menutup kembali untuk antrean penumpang selanjutnya. Sementara itu, salah seorang petugas setempat, Prayitno mengatakan penumpang memang sebagian masih bingung menggunakan tiket untuk membuka "barrier', terutama pemudik yang berusia lanjut. Namun, kata dia, hal tersebut harus dibiasakan agar untuk tahun-tahun selanjutnya dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kesulitan seperti sekarang ini. Untuk itu, guna memperlancarnya pihaknya menempatkan petugas khusus yang akan memandu pemudik pejalan kaki melewati palang pintu eletronik tersebut. Sementara itu, arus balik pemudik mulai padat di Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung pada H+2 atau dua hari setelah Lebaran. Ribuan penumpang antre berjubel di jalur loket elektronik pelabuhan tersebut sejak siang hingga malam hari. Penumpang meningkat cukup signifikan karena hari sebelumnya jumlah penumpang di pelabuhan tersebut cukup sedikit. Akibat melonjaknya jumlah penumpang, anteran panjang terjadi hingga keluar ruang jalur antrean pejalan kaki pelabuhan tersebut, sementara penambahan penumpang yang tiba dari Terminal Induk Rajabasa mengalir deras. Penumpang pejalan kaki harus menunggu lama untuk mendapatkan tiket karena padatnya jumlah penumpang tersebut, sementara lima loket elektronik semuanya telah dibuka namun tidak mampu mengurangi antrean. Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, jumlah pemudik arus balik yang menyeberang melalui pelabuhan tersebut pada Jumat siang pukul 12.00 WIB telah mencapai 12.695 orang, sedangkan jumlah kendaraan 3.288 unit, yang terdiri atas 2.174 roda dua, 685 roda empat, dan 707 bus dan truk.(an)
BERITA TERKAIT:
|