
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Air PDAM Tirtauli Masih Ngadat di Siantar Sitalasari
Jansen
Warga Perumahan Tojai Lama yang antri mengambil air minumPEMATANGSIANTAR(EKSPOSnews): Meskipun puluhan pelanggan di Perumahan Tojai Lama Kelurahan Setia
Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari mendatangi Direktur PDAM Tirtauli,
Badri Kalimantan, ternyata pendistribusian air minum di daerah itu masih
ada yang ngadat.
Terbukti, Jumat 12 Agustus, masih ada sebagian rumah warga yang airnya mati total. Sementara, itu ada juga air di rumah warga yang mengalir pada Kamis malam 11 Agustus 2011, mulai pukul 24.00 WIB, namun debitnya kecil. Ironisnya ada beberapa warga terpaksa menampung air hujan, yang kebetulan turun pada malam harinya, untuk digunakan keperluan mencuci dan mandi. Salah seorang warga Perumahan Tojai, Rindu Marpaung, mengaku hanya sebagian warga yang airnya mengalir. Menurutnya, air sudah sering mati sekitar dua bulan lalu. Dikatakan, jika alasan karena kekurangan debit air merupakan hal klasik. Rindu mengaku, warga terpaksa membuka pipa penyaluran air, lalu dipasang kran sebagai alternatif agar bisa mengambil air. Dia menambahkan, hal ini terpaksa dilakukan warga dari pada menunggu kedatangan mobil tangki air. "Bahkan tak jarang warga saling berebutan dan nyaris terjadi keributan menunggu antrian air," ucapnya. Sementara, beberapa warga tampak mengambil air dari beberapa pipa pendistribusian yang telah dibuka dan dipasang kran. Dengan membawa jeringen, dan ember, tampak warga antri menunggu. Meni, salah seorang pelanggan PDAM mengaku, jika pendistribusian air ke rumahnya mati, meskipun ada sebagian yang hidup. Perempuan yang tinggal di Jalan Desa Indah ini mengaku terpaksa menampung air di pipa yang sebelumnya telah dibuka warga. "Jelas kami merasa kesulitan jika tiap hari seperti ini. Lebih baik Direktur PDAM diganti saja," ujarnya sambil mengendong cucunya menunggu antrian air. Kekesalan yang sama juga dilontarkan S br Chaniago, yang mengaku waktunya banyak habis hanya karena menampung air. Sehingga sering kali pekerjaan di rumah menjadi terbengkalai. Dia juga mengaku setiap bulannya rutin bayar tagihan rekeing air, dengan jumlah mencapai antara Rp 40-50 ribu. Hanya saja untuk bulan Agustus ini dia mengatakan belum mengetahui berapa nantinya tagihan air yang akan dibayar. Sebelumnya, sejumlah warga Perumahan Tojai Lama bertemu dengan Dirut PDAM, Badri Kalimantan, Kamis 11 Agustus 2011. Bahkan karena kesal, para pelanggan yang umumnya ibu rumah tangga ini memaki-maki Badri, dan meminta agar turun dari jabatannya. Dalam pertemuan itu, Badri mengaku akan ada penambahan debit air sekitar 30 persen di umbul Naga Huta, sehingga dapat didistribusikan ke Tojai Lama. Badri juga menjamin jika air akan hidup pada malam harinya. Ketua Generasi Muda Kelahiran Siantar-Simalungun Sekitarnya (Gamkess), R Sihombing, menilai jika sejak awal pengangkatan jajaran Direksi PDAM sudah bermasalah, karena tak sesuai Permendagri nomor 4 tahun 2007 pasal 4 ayat 1 poin g. Dimana calon Direksi harus lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh tim ahli yang dihunjuk Kepala Daerah (KDH). Sihombing menurutkan, saat itu tim penjaringan Burhanuddin Saragih (anggota dewan pengawas PDAM masa Wali Kota RE Siahaan), yang diduga mempunyai ijazah palsu. Dijelaskan, pada pasal 4 ayat 1 poin c, calon Direksi itu harus lulus manajemen air minum, baik di dalam dan luar negeri. "Saya tak tahu apakah jajaran Direksi saat ini sudah memenuhi ketentuan itu," paparnya dan mengaku hanya mengetahui Robert Sibarani (menjabat Direktur Tehnik) yang telah lulus manajemen. Diikatakan, hal yang aneh mengapa saat warga berdemo, pendistribusian air lancar. Dia menilai ini hanya akal-akalan Dirut PDAM, yang memperalat musim kemarau penyebab debit air berkurang. Ini ditambah dengan alasan kontemporer biaya operasional berkurang, sehingga tarif dasar air minum harus dinaikkan. "Masyarakat jangan tinggal diam kalau air mati, karena mendapatkan air minum yang layak dan bersih hak warga. Kita juga meminta Wali Kota Hulman Sitorus meninjau keberadaan jajaran Direksi, karena kinerjanya tak profesional", ujarnya mengakhiri. (js)
BERITA TERKAIT:
|