
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Jalan Lintas Provinsi Menuju Barus Rusak Parah
TAPTENG (EKSPOSnews):Jalan lintas provinsi menuju Kota Tua Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami kerusakan yang cukup parah dan sulit untuk dilalui bus angkutan umum, mobil dinas maupun mobil pribadi yang menuju daerah tersebut.
Kerusakan badan jalan provinsi itu, mulai kelihatan sejak dari Kecamatan Kolang, Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus yang dikenal sebagai kota bersejarah dan memiliki nilai budaya yang cukup tinggi. Hancurnya sarana jalan di sejumlah desa di kecamatan yang berada di wilayah Pantai Barat Sumatera itu, bukan hanya karena angkutan mobil barang yang melebihi tonase, tetapi disebabkan pinggir badan jalan tersebut tidak memiliki parit. Dengan demikian, jika hujan turun lebat, maka air akan tergenang di tengah badan jalan, tak obahnya seperti "kolam kecil", sehingga truk dan mobil yang lewat membuat semakin hancurnya infrastruktur yang terdapat di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) atau sekitar lebih kurang 489 Km arah Timur Kota Medan. Selain itu, kerusakan jalan tersebut juga dikarenakan air yang berasal dari pinggiran gunung di Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Barus, turun dan "mengalir" ke badan jalan. Apalagi, jalan-jalan provinsi yang terdapat di sejumlah kecamatan itu sangat rendah dan berada di bawah gunung. Bahkan, badan jalan yang mengalami kerusakan itu, hanya kelihatan ditutup batu-batu kerikil dan ditimbun tanah oleh masyarakat setempat, sehingga tetap dapat dilalui kenderaan roda empat dan roda dua yang melintas di daerah tersebut. Kalau hujan turun, maka lobang yang cukup besar terdapat di tengah badan jalan itu tidak kelihatan oleh para sopir truk dan angkutan umum, sering terperosok. Kerusakan badan jalan itu berada di sejumlah titik, yakni di sejumlah desa di Kecamatan Kolang, Desa Sipea-pea, Desa Pasar Sorkam,Kecamatan Sorkam, Desa Sibintang, Desa Unte Boang, dan Desa Barang-Barang, Kecamatan Barus. Kerusakan jalan di sejumlah titik di tiga kecamatan itu (Kolang, Sorkam dan Barus,red) hampir mencapai lebih kuran puluhan kilometer. Sementara itu jarak dari Kota Sibolga menuju Kota Barus hanya ebih kurang 68 Km. Jalan ke Barus tak pernah bagus Salah seorang warga Barus, J Manullang mengakui, bahwa jalan lintas provinsi menuju tempat bersejarah di Kota Barus itu, tidak pernah bagus dan tetap mengalami kerusakan. Misalnya saja, jalan lintas provinsi yang terdapat di Desa Unte Boang, Desa Barang-barang dan Desa Sibintang yang badan jalannya tidak pernah dibangun parit. "Sejak adanya jalan provinsi menuju Kota Barus, tetap saja rusak.Kalau diperbaiki nantinya, setelah beberapa tahun lamanya rusak lagi.Pokoknya kerusakan jalan di daerah itu, tidak perlu diherankan," kata Manullang. Selanjutnya dia mengatakan, bagaimana wisatawan dari Medan, Jakarta, Malaysia dan dari negara-negara Asia mau berkunjung melihat situs bersejarah berupa Makam Mahligai dan Papan Tinggi di Kota Barus, kalau jalannya rusak parah seperti itu. Bahkan, jelasnya, belum lagi tiba di Kota Barus dan masih dalam perjalanan menuju kesana, wisatawan sudah letih dan capek, serta badan terasa sakit. Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah pusat agar secepatnya memperbaiki jalan provinsi dan sekaligus membangun parit agar jalan tidak cepat rusak. "Kerusakan jalan menuju Kota Barus itu, membuat wisatawan malas berkunjung ke sana," ujarnya. Padahal, wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara ini berkeinginan ke Kota Tua Barus, karena daerah itu memiliki tempat-tempat yang menarik, misalnya Pantai Indah Kedai Gedang, Pantai Indah Sitiris-tiris, Pantai Indah Pasar Batu Gerigis, serta hamparan pulau - pulau kecil yang indah seperti Pulau Karang yang terkenal dengan pantai pasir putih. Selain itu, jelasnya, objek wisata bersejarah dapat dijumpai di Kecamatan Barus seperti Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi. Kota Barus adalah tempat pertama kali masuknya Agama Islam di Indonesia. "Objek wisata dan tempat bersejarah di Kota Barus itu harus tetap dirawat dengan baik, karena dapat menghasilkan pendapatan bagi pemerintah setempat dan masyarakat," kata Manullang. 750 km jalan nasional rusak Sebelumnya, Kepala Balai Besar Jalan Wilayah Sumatera I, Wijaya Seta mengatakan, 750 kilometer lebih jalan nasional di Sumatera Utara rusak dengan tingkat kerusakan sedang hingga parah. "Sekitar 33 persen (rusak) dari 2.281 kilometer jalan nasional yang ada di Sumut," kata Wijaya Seta di Medan, Jumat. Dalam tiga bulan terakhir, kata dia, pihaknya telah memantau kondisi jalan nasional di Sumut berdasarkan arahan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dari pemantauan itu, sekitar 67 persen jalan nasional di Sumut dapat disebut mantap atau dalam kondisi cukup baik dan layak digunakan. Sedangkan 33 persen dalam kondisi rusak."Jadi, kurang mantap,"katanya.(an)
BERITA TERKAIT:
|