
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Bupati Asahan Larang Guru Kuliah S-2 di Luar Kota
KISARAN (EKSPOSnews):Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang melarang semua kepala sekolah (kasek) dan para guru di daerah itu untuk melanjutkan studi S-2 ke luar daerah. Bupati beralasan,melanjutkan studi S-2 malah akan membuat para kasek dan guru sering meninggalkan tugas sehingga malah menelantarkan siswa.
“Kami melakukan larangan itu agar kasek dan guru tidak meninggalkan tugas dan kewajibannya. Soalnya, biasanya pendidikan S-2 dilakukan di luar daerah dan setiap di akhir pekan, yakni Sabtu-Minggu,” ujar Taufan Gama di sela-sela acara musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Asahan 2011–2015 di Kantor Bupati Asahan, Kisaran, Senin 11 Oktober 2010. Dia mengakui, saat ini banyak permohonan izin belajar dari para kasek dan guru yang ajukan kepada Bupati.semuanya itu, kata dia, terpaksa ditolak demi kepentingan anak didik dan tanggung jawab guru kepada pemerintah daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. ”Kalau diberikan izin akhirnya yang bertambah pintar hanya gurunya sementara murid tetap begitu-begitu saja,”katanya. Pemkab Asahan, lanjutnya, berencana meminta bantuan kepada Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Syamsul Arifin agar Universitas Sumatra Utara (USU) dan Universitas Medan (Unimed) bersedia membangun ruang belajar S-2 di daerah ini."Dengan begitu, guru tidak perlu lagimeninggalkan tugasnya hanya untuk belajar S-2." Pemkab Asahan berencana membangun jenjang pendidikan S-2 di Universitas Asahan (UNA). Karena tidak dibenarkan, akan diambil kebijakan melalui Gubsu agar USU dan Unimed membangun ruang belajar di Asahan. Ini akan diusahakan secepatnya untuk mendukung percepatan program peningkatan kualitas pendidikan. Lagipula, mulai 2011, Pemkab Asahan akan menyekolahkan 80 guru dan kasek untuk studi S-2 yang dibiayai APBD. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru merupakan program prioritas Pemprovsu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Lagipula, berdasarkan fakta bahwa dari 204.000 guru di Sumut, sebanyak 100.000 masih berpendidikan S-1. “Karena itu,kami berharap pemerintah kabupaten/kota di Sumatra Utara menjadikan pendidikan sebagai salah satu sektor prioritas,” ujarnya saat membuka musyawarah RPJMD Pemkab Asahan 2011–2015. Riadil menilai pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan cukup baik.Untuk tingkat Sumatera Utara, income per kapita Kabupaten Asahan merupakan nomor dua tertinggi di Sumut.namun, persoalan pendidikan masih perlu menjadi perhatian dan harus ditingkatkan. Riadil mengusulkan agar Pemkab Asahan membuka sekolah kejuruan industri pengolahan. Sebab, salah satu basis Sumut sebagai daerah perkebunan terletak di Asahan. ”Pemerintah provinsi saat ini berencana bagaimana agar 15 turunan olahan dari kelapa sawit bisa diolah menjadi sumber pendapatan bagi Sumatra Utara,”ujarnya. (ma)
BERITA TERKAIT:
|