• Home
  • Nasional
  • Perang Antar Geng di Jakarta, Polisi Kok Bisa Kalah?

Perang Antar Geng di Jakarta, Polisi Kok Bisa Kalah?

Kamis, 30 September 2010 | 08:06:04
JAKARTA (EKSPOSnews): Jakarta benar-benar dikuasai preman. Bayangkan polisi sendiri bisa tertembak akibat perang antar geng di Jl Ampera, Jakarta Selatan.

“Kok polisi bisa kalah ya? Bagaimana bisa preman bawa senjata api dan menembak membabi buta, sehingga Kapolres Jakarta Selatan pun terkena peluru nyasar,” ujar sejumlah warga.

Kondisi di Jakarta Selatan benar-benar mencekam. Bayangkan tiga orang tewas dan puluhan luka-luka. Anehnya, para preman yang bertikai itu tidak sungkan-sungkan menenteng parang dan samurai, serta senjata api. “Seperti negara koboi saja.”

Sesungguhnya, pertikaian antar geng bisa tidak meluas jika aparat kepolisian cepat bertindak. Soalnya, pada sidang sebelumnya pun kelompok Ambon dan Flores ini sudah pernah berbuat rusuh di lokasi PN Jakarta Selatan.

Hal ini terjadi karena dua anggota geng Ambon tewas terbunuh di  klub malam Blowfish di Plaza City April lalu. Geng Flores yang menjadi tersangka disidang di PN Jakarta Selatan.

Kelompok geng Ambon tidak sabar melihat pengadilan yang begitu lamban, sehingga meraksek masuk ke PN Jakarta Selatan. Kabarnya, kelompok Ambon dibantu oleh kelompok Medan, sehingga pertikaian meluas antar geng.

Persoalannya adalah mengapa kelompok preman ini bisa hidup dan dibiarkan berkembang, sehingga sering mengganggu ketertiban? Konon kabarnya, oknum penegak hukum sengaja memelihara geng-geng ini untuk membantu mencari uang masuk. ‘Dimana-mana preman kadang lebih berkuasa dibandingkan dengan aparat keamaman karena terjadi pembiaran dan sengaja dipelihara. Kota-kota besar di Indonesia tidak terlepas dari kehidupan preman atau geng dengan berbagai kelompok. Ada yang berkelompok atas kesamaan daerah dan ada yang dibungkus dengan ormas kemasyarakatan, organisasi kepemudaan.

Malahan, preman lebih berkuasa dan banyak yang menjadi kaya raya karena menjadi tukang pukul, pembunuh bayaran, serta tukang tagih utang. Banyak juga yang menakut-nakuti pejabat untuk mendapatkan proyek di lingkungan pemerintah. (tim)


BERITA LAINNYA
Satelit NOAA Deteksi 144 Titik Panas di Sumatera
Rabu, 3 September 2014 | 03:43:41
Penemuan King Kobra Bikin Warga Takut ke Kebun
Rabu, 3 September 2014 | 03:06:27
Sopir di Aceh Kembali Mogok Massal
Selasa, 2 September 2014 | 14:27:06
NOAA Pantau 28 Titik Panas di Kalimantan Tengah
Selasa, 2 September 2014 | 04:35:55
Jamaah Haji Indonesia Mulai Berdatangan di Arab Saudi
Selasa, 2 September 2014 | 04:12:16
Kantor Bank Sumut Di-Sweeping Pekerja
Senin, 1 September 2014 | 17:31:41
Pilot Garuda Meninggal Usai Mendaratkan Pesawat
Senin, 1 September 2014 | 01:55:18
Besok, 11 Kloter Haji Mulai Diberangkatkan
Minggu, 31 Agustus 2014 | 14:48:11
Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Pelalawan
Minggu, 31 Agustus 2014 | 14:44:06
Tahun Ini, Pemko Sabang Tak Terima CPNS
Minggu, 31 Agustus 2014 | 07:14:01
BERIKAN KOMENTAR
Top