• Home
  • Nasional
  • Kerusuhan Tarakan Antara Tidung dan Bugis Letta

Kerusuhan Tarakan Antara Tidung dan Bugis Letta

Rabu, 29 September 2010 | 14:10:12
TARAKAN (EKSPOSnews):  Rusuh di Tarakan, Kalimantan Timur yang pecah sejak Minggu masih berlanjut sampai saat ini.

Presiden SBY sudah mengingatkan aparat keamanan agar jangan memandang remeh pertikaian di Tarakan. Soalnya, bentrokan sama 10 tahun lalu di Sampit, Kalimantan Tengah pada awalnya dianggap bentrokan biasa, sehingga penagangannya waktu itu kurang terkoordinasi.

Teryata banyak korban jiwa jatuh akibat peristiwa tersebut. Rumah-rumah penduduk waktu itu banyak yang dibakar, kepala manusia berjejer di pinggir jalan. Pertikaian antara warga Madura dan Dayak, waktu itu benar-benar sangat disayangkan.

Kini kerusuhan yang hampir mirip terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur. Banyak orang bertanya, apa gerangan yang terjadi di daerah itu?

Sesungguhnya, kerusuhan Tarakan tidak boleh disepelekan. Soalnya, rumah-rumah suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Timur, ditempeli pita warna kuning. Tujuannya untuk membedakan mana rumah suku Tidung dan mana rumah suku Bugis Letta. Kalau sudah begini, berarti bakal pecah kerusuhan yang lebih besar, karena sudah diberikan tanda.

Orang-orang Tidung tengah mencari dua pelaku yang diduga membunuh tokoh masyarakat dari suku Tidung, Abdullah, pada Minggu 26 September 2010.

Orang-orang Tidung mendatangi kawasan yang dihuni orang-orang dari suku Bugis Letta. Hari ini, Rabu 29 September 2010, beberapa rumah di daerah Gunung Linkas, dibakar. Dikabarkan sudah lima orang tewas termasuk Abdullah.

Untungnya, warga Gunung Lincak sudah mengungsi sejak Selasa 28 September 2010. Mereka dikabarkan ada yang pergi sementara ke pulau seberang, Nunukan.

Orang-orang Tidung bergerak sendiri, karena kepolisian tidak kunjung menangkap pelaku lainnya yang diduga membunuh Abdullah.

Bukan hanya untuk membedakan rumah suku Tidung atau Bugis Letta, pita kuning yang ditempel disebut-sebut untuk menangkal mandau (senjata khas Kalimantan) yang di kala malam terbang mencari mangsa.

"Percaya atau tidak, memang ada yang melihat itu Selasa. Ini kan kepercayaan," ujar warga Tarakan.

Situasi Kota Tarakan, Kalimantan Timur, makin mencekam. Pagi Rabu 29 September 2010 sampai siang, dua lagi mayat tergeletak di jalan Yos Sudarso.

Kondisi dua mayat tersebut dikabarkan penuh dengan luka sabetan senjata tajam. Kepala mayat terlihat hampir putus. Bercak darah menempel di jalan.

Bentrok ini dipicu tewasnya Abdullah, 50, seorang tokoh masyarakat, di Perumahan Juwata Permai Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Disebut-sebut, Abdullah merupakan tokoh masyarakat dari suku Tidung. Pada Senin siang, warga yang marah kemudian membakar dua rumah dan merusak dua rumah lagi yang diduga milik para pelaku pembunuhan yang disebut-sebut dari suku Bugis Letta. (in/an/em)


BERITA LAINNYA
Bupati Karo Kewalahan saat Kedatangan Jokowi
Kamis, 30 Oktober 2014 | 18:18:37
Demo Kejati Sumut, Massa Bawa Paranormal
Kamis, 30 Oktober 2014 | 16:25:18
38 Gajah Sumatera Tewas di Hutan Tanaman Industri
Kamis, 30 Oktober 2014 | 16:17:34
Gaya Jokowi Blusukan di Pengungsian Sinabung
Kamis, 30 Oktober 2014 | 06:53:45
Dua Ponsel Acer untuk Fashionista
Kamis, 30 Oktober 2014 | 03:38:24
Bulan Depan, Rakyat Bisa Nikmati KIS dan KIP
Rabu, 29 Oktober 2014 | 17:55:18
Bayi Kembar Siam Tewas Terpanggang di Inkubator
Rabu, 29 Oktober 2014 | 04:34:57
BERIKAN KOMENTAR
Top