
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Jalan Provinsi di Simalungun Masih Rusak
Jansen
Jalan Simalungun rusakSIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Sejumlah jalan provinsi Sumatra Utara yang ada dibeberapa titik di Kabupaten Simalungun masih tetap mengalami kerusakan. Namun, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan dilakukan pemerintah, meskipun arus mudik jelang Lebaran tahun ini tinggal beberapa hari lagi.
Salah satunya Jalan Siantar-Seribudolok di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun yang merupakan jalan penghubung ke Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kota Pematangsiantar dan Provinsi Nangro Aceh Darussalam. Diperkirakan ada sekitar 20 km kerusakan badan jalan di Jalan Siantar-Seribudolok, dan butuh perhatina dari Pemprovsu. Beberapa waktu lalu, masyarakat setempat sempat melakukan aksi protes terhadap kerusakan jalan tersebut, karena tidak adanya perhatian dari pemerintah. Masyarakat menutupi lubang-lubang yang ada di badan jalan dengan hasil pertanian seperti sayur-sayuran. Pasalnya, kerusakan jalan itu menyebabkan kesulitan bagi masyarakat untuk menjual hasil pertaniannya ke daerah lain. Akibat kerusakan Jalan Siantar-Seribu Dolok ini dikhawatirkan menimbulkan ketidaknyamanan terhadap para pengguna jalan yang akan melintas. Namun, hingga saat ini tidak ada perbaikan atau pengerjaan yang dilakukan dinas setempat guna mengantisipasi kelancaran pengguna jalan. Budiman Siregar, salah seorang pengguna jalan mengaku menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut, khususnya menjelang arus mudik tahun ini. Menurutnya, akibat kerusakan jalan itu menyebabkan jarak tempuh semakin lama. “Selain itu dikhawatirkan tingkat kecelakaan lalu lintas semakin tinggi akibat kerusakan jalan ini,” paparnya, Minggu 5 September 2010. Sementara itu, salah seorang warga setempat, Boyke Sinaga menyatakan, kerusakan jalan semakin diperparah saat musim kemarau. Dimana, debu tebal bertebangan hingga ke rumah pemukiman warga. “Banyak warga yang tingggal di sepanjang jalan ini mengalami penyakit gangguan pernafasan,” paparnya. Menurutnya, untuk mengantisipasi tingkat kecelakaan, sejumlah warga memasang rambu-rambu dari ban bekas, jika menandakan ada nya lubang menganga di badan jalan, termasuk menutupi dengan pecahan batu padas. (jansen)
BERITA TERKAIT:
|