Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Disdik Jateng Kucurkan dana ke RSBI Sebesar Rp95 miliar
    SEMARANG (EKSPOSnews): Dinas Pendidikan Jawa Tengah mengucurkan dana sekitar Rp94,7 miliar untuk mengembangkan kompetensi dan kualitas sekolah berlabel rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) pada 2010.

    Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho HP di Semarang, Jumat, dana tersebut ditujukan untuk membantu manajemen, sarana dan prasarana, peningkatan kualitas, dan kompetensi kepala sekolah dan guru.

    Ia menyebutkan jumlah sekolah RSBI di Jateng sebanyak 186 sekolah, terdiri atas 11 sekolah dasar (SD), 66 sekolah menengah pertama (SMP), 55 sekolah menengah atas (SMA), dan 59 sekolah menengah kejuruan (SMK).

    "Dana sebesar itu akan dikucurkan untuk seluruh RSBI, yakni Rp160 juta untuk SD, Rp400 juta untuk SMP, Rp550 juta untuk SMA, dan SMK mendapatkan Rp650 juta. Besaran dana itu dibagikan setiap sekolah," katanya.

    Dengan kucuran dana itu, kata dia, diharapkan sekolah RSBI bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi sesuai yang diharapkan, termasuk untuk membantu pelaksanaan program "sister school" yang dilakukan RSBI.

    "Dengan adanya program `sister school`, para siswa memang harus melakukan kunjungan atau studi banding ke sekolah di luar negeri yang menjadi mitranya. Itu membutuhkan pendanaan yang cukup besar," katanya.

    Meskipun sudah mendapat kucuran pendanaan dari pemerintah, ia menyadari belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah RSBI sehingga mereka tetap diperbolehkan menggali pendanaan dari orang tua siswa.

    Namun, ia menegaskan sekolah RSBI harus menerapkan asas kewajaran dalam menarik dana berupa sumbangan pengembangan institusi (SPI) dan tidak boleh memberatkan orang tua, apalagi masyarakat miskin.

    "Setiap tahun, sekolah RSBI dievaluasi dan dimonitoring oleh pusat, termasuk terkait kinerjanya apakah sudah sesuai dengan yang diamanatkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78/2009," katanya.

    Evaluasi itu, kata dia, mencakup pula terpenuhinya kuota siswa miskin sebesar 20 persen dari kuota total sekolah RSBI, sebab sekolah RSBI harus memfasilitasi siswa-siswa miskin yang memiliki prestasi.

    Berkaitan dengan kinerja RSBI, ia mengatakan RSBI memang harus melampaui delapan standar pendidikan nasional (SNP), serta ditambah sembilan poin janji kinerja penjaminan mutu untuk jenjang SMA dan SMK.

    "Sembilan janji kinerja penjaminan mutu yang harus dipenuhi RSBI, di antaranya kualitas pengajar, siswa, sarana, dan prasarananya, agar para lulusan RSBI memiliki mutu sesuai standar internasional," katanya.

    Namun, kata Kunto, jumlah RSBI di Jateng sebenarnya hanya sekitar satu persen dibandingkan jumlah keseluruhan sekolah berbagai jenjang di provinsi tersebut yang mencapai sekitar 47 ribu unit. (ant)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!