
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pangdam I/ BB: Terbukti Bersalah Prajurit di Mahmilkan
RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Prajurit militer yang terbukti melakukan pengrusakan Pos polisi Lalulintas di Rantauprapat, Sumut akan di Mahkamah Militer (Mahmil) kan dan akan ditempatkan di kawasan pulau-pulau terluar.
Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen TNI M Noer Muis, Senin (8/3) di Makodim 0209/LB sekaitan insiden puluhan prajurit dari kesatuan Kompi 126/KC yang melakukan pengrusakan Minggu (7/3) malam lalu. “Ya, sekira 30-an prajurit dari Kompi 126 melakukan pengrusakan di Pos Polisi sekira jam 21.45 WIB,” ungkapnya. Menurut dia, Pangdam I/BB akan melakukan penyelidikan dan memperlajari persoalan tersebut. Serta, berjanji akan menindak tegas prajurit jika terbukti bertindak salah. Terlebih jika hal itu sekaitan perjudian massa jenis toto gelap (Togel). “Perjudiankan dilarang. Jadi, prajurit tidak dibenarkan terlibat perjudian,” tegasnya. Dibeberkannya, kronologis kejadian itu adalah sekaitan tindakan Kepolisian Resort Labuhanbatu yang melakukan penangkapan perjudian togel. Diantara pelaku yang tretangkap dan diboyong ke Mapolres Labuhanbatu untuk diproses secara hukum, terdapat dua prajurit TNI. Salah satunya dari kesatuan Kodim Bengkalis. Dan seorang lainnya dari Kompi 126/KC. Pangdam menambahkan, kepolisian setelah mengetahui kedua tersangka sebagai prajurit militer, seterusnya melaporkan hal itu kepada pihan Denpom. “Ya, Polisi sudah sesuai aturan. Setelah mengetahui adanya prajurit TNI yang terlibat, lalu melaporkan ke Polisi Militer untuk ditindak lanjuti,” ujarnya. Akan tetapi, tambahnya, seorang prajurit dari Kompi 126 mendatangi Mapolres Labuhanbatu meminta agar rekannya tersebut dibebaskan. Tidak berhasil, selanjutnya bersama sekira 30-an prajurit lainnya mendatangi Pos Lantas di Kawasan Simpang Empat dibilangan Jalan A Yani dan Jalan Diponegoro Rantauprapat. Disana, sekelompok prajurit militer yang mengenakan pakaian preman langsung merusaki beberapa fasilitas milik Kepolisian. Pangdam membantah jika itu tindakan penyerangan. Sebab, tambahnya, prajurit tidak membawa perlengkapan persenjatan. “Itu bukan penyerangan. Bentuk penyerangan, misalnya, insiden penyerangan dari kesatuan Linud 100 ke Mapolres Binjai yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kala u penyerangan seperti itu. Dengan dilengkapi persenjataan,” tututurnya. Selanjutnya, kata dia, pihaknya dengan Kepolisian Resort Labuhanbatu akan berkoodinasi terkait pengusutan masalah itu. Terlebih dengan indikasi spontanitas prajurit yang terjadi. Persaingan Bisnis 303 Disebut-sebut, judi massa togel yang berkembang di inti kota Rantauprapat dan Labuhanbatu melibatkan pihak aparat. Selain diduga mendapat bancking dari kalangan oknum militer di daerah itu, juga terindikasi adanya bndar judi serupa yang menjadi piaraan kalangan kepolisian. Sehingga, beredar isu insiden yang terjadi Minggu malam kemarin adalah bentuk terjadinya persaingan bisnis 303 yang tidak sehat. Pangdam ketika ditanyai masalah itu menjelaskan akan melakukan pengusutan lebih jauh. Sebab, tambahnya, dalam insiden itu dia menilai kepolisian sudah sesuai prosedur dalam memberantas perjudian dan melakukan pelaporan Denpom terkait adanya tersangka dari kesatuan militer. “Apa yang dilakukan polisi sudah benar. Kenapa prajurit berbuat tidak benar,” katanya. Bersama Kapolres, katanya, akan melakukan pengusutan selanjutnya. Bahkan, jika adanya ditemukan keterlibatan jaringan perjudian hingga ke tingkat lebih tinggi. “Ya, jika ada indikasi ke arah sana akan kita tindak lanjuti pengembangannya,” paparnya. Bahkan, lanjutnya, prajurit yang terbukti bersalah akan ditindak sesuai ketentuan hukum militer berlaku juga akan ditempatkan ke pulau-pulau terluar di wilayah kesatuan Republik Indonesia. “Selain di Mahmilkan petugas juga akan ditempatkan ke pulau-pulau terluar di wilayah Makodam I BB,” urainya. Ditanyai tenggat waktu upaya membersihkan perjudian di Labuhanbatu, dia mengakui masih akan melakukan koordinasi dengan polisi. Sebab, tambahnya untuk melakukan hal itu tidak mudah . “Itu, tidak seperti membersihkan dan menyapu halaman rumah,” ujarnya. Tapi, dia berjanji akan menuju ke arah itu. Sebab, eksistensi judi, kata dia, tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. “Selain itu, tidak ada judi yang membuat orang kaya,” tandasnya. Pada kesempatan itu, tampak hadir Bupati Labuhanbatu T Milwan, Kajari Rantauprapat Ali Nafiah Pohan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Robert Kennedy, Ketua PN Rantauprapat, Pjs Bupati Labusel Sabrina dan Dandim 0209/LB Letkol Wayan Nurida serta beberapa anggota DPRD Labuhanbatu, Labusel, dan Labura. Sebelumnya, Direktur Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan keprihatinannya terkait insiden yang terjadi. Bahkan, dia meminta agar pemberantasan judi dapat ditingkatkan. “IPW prihatin dengan kejadian ini,” papar Neta. Kasus ini, katanya membuktikan perintah Kapolri soal pembernatasan judi tidak dipatuhi. “Kapolda harus segera menindak polisr di Labuhanbatu. Dan, mengadili polisi-polisi yang membackingi 303 itu,” ujarnya. Serta, katanya, Polisi mesti berkordinasi dengan Pangdam untuk mengendalikan situasi dan meminta oknum TNI yang terlibat diadili. “Setelah itu Kapoldasu harus melakukan operasi besar-besaran. Berangus 303 di seleruh wilayah hukum Sumut. Jika tidak, akan ada lagi polisi dan TNI yang bentrok rebutan kasus 303,” tandasnya. Saat ini, suasana kota Rantauprapat tetap aman dan kondusif. Bahkan, pantauan di kawasan Pos Polantas di Simpang Empat Rantauprapat, petugas sudah melakukan aktivitas seperti sedia kala. (fajar)
BERITA TERKAIT:
|