Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Kembar Indonesia Bertemu Setelah 29 tahun Berpisah
    LONDON (EKSPOSnews): Membayangkan bila anda memiliki saudara kembar yang hilang dan

    tidak pernah berjumpa biasanya ada dalam kisah dongeng, tetapi tidak untuk dua wanita

    Indonesia yang kini menetap di Swedia.

    Kisah kedua perempuan kembar Indonesia yang diadopsi secara terpisah oleh pasangan

    Swedia hampir 29 tahun lalu, dan sekarang menemukan satu sama lain setelah hidup hanya

    25 mil terpisah di selatan Sweden dimuat harian Inggris The Telegraph, Rabu 1 Februari

    2012.

    Kisah bertemunya kedua wanita kembar Indonesia itu, Emilie Falk dan Lin Backman

    disampaikan kantor berita AFP. Menurut hasil tes DNA yang dilakukan dua bulan setelah

    penyatuan pada Januari tahun lalu, dinyatakan 99,98 persen mereka bersaudara.

    Disebutkan keduanya diadopsi dari sebuah panti asuhan di Semarang di utara Indonesia

    oleh pasangan Swedia, namun tidak disebutkan dalam salah satu dari dokumen mereka

    bahwa mereka punya saudara kembar.

    Tapi komentar dari sopir taksi yang dibuat untuk orang tua Backman tentang 'kakaknya'

    mendorong mereka untuk membuat catatan dari nama bahasa Indonesia anak-anak.

    Kembali di Swedia, Backmans ditemukan dan melakukan kontak dengan Falks, dan meskipun

    mereka bertemu beberapa kali ketika masih anak-anak.

    Fakta bahwa mereka adalah non-identik, dan perbedaan banyak di surat adopsi seperti

    nama ayah yang berbeda, membuat mereka percaya bahwa mereka tidak mempunyai hubungan.

    Pada saat itu tidak ada tes DNA dan akhirnya keluarga kehilangan kontak.

    Namun ketika Emilie Falk menikah dua tahun lalu dia mulai berpikir tentang keluarganya

    dan adopsi. "Ketika saya bertanya kepada ibuku dia menceritakan kisah ini lagi, dan

    saya memutuskan untuk mencari Lin," kata Falk.

    Dengan nama kecil gadis yang diadopsi melalui jaringan untuk anak-anak Indonesia yang

    diadopsi oleh keluarga Swedia, ia akhirnya menemukan Backman melalui Facebook.

    Dia mengirimkan pesan dan termasuk hari ulang tahunnya dan nama ibu kandung. Backman

    menulis kembali mengatakan: "Wow, itu nama ibu saya juga dan itulah hari ulang

    tahunku." "Saya lahir pada tanggal 18 Maret 1983 di Semarang dan nama ibu kandung saya

    adalah Maryati Rajiman," kata Falk dia menulis, dan cepat menerima jawaban: "Wow, itu

    nama ibu saya dan itulah hari ulang tahunku!" Mereka menemukan bahwa mereka memiliki

    banyak kesamaan.

    Dari hasil tes DNA mengukuhkan bahwa ada kemungkinan 99,98 persen keduanya bersaudara.

    Seperti yang sering diceritakan dalam kisah-kisah kembar yang telah terpisah, si

    kembar menemukan banyak kebetulan dalam hidup mereka.

    Mereka tinggal hanya 40 kilometer terpisah di bagian paling selatan Swedia, mereka

    berdua guru, mereka menikah pada hari yang sama hanya satu tahun terpisah dan bahkan

    berdansa dengan lagu pernikahan yang sama: " "You and Me" oleh Lifehouse.

    "Ini benar-benar aneh," kata Falk.

    "Ketika Lin menelepon saya (dengan hasil tes DNA), saya ingat saya sedang duduk di

    mobil dan ketika dia mengatakan bahwa saya mulai tertawa, karena merasa sangat aneh,"

    katanya, menambahkan: "Saya tiba-tiba mulai berpikir bahwa kita berbagi rahim. Itu

    benar-benar aneh, tapi benar-benar keren juga." Sejak itu kedua telah terus

    berhubungan dekat, dan telah berbicara tentang pergi ke Indonesia untuk mencari orang

    tua biologis mereka.

    Ada sejumlah rincian, kontradiktif beberapa, di koran adopsi, termasuk referensi untuk

    ayah mereka sebagai sopir taksi.

    "Kami sangat ingin tahu apakah dia adalah sopir taksi," kata Falk.

    Ditanya apakah ia berharap menemukan tentang kembarnya sebelumnya, Falk menegaskan

    "tidak ada gunanya menjadi sedih tentang sesuatu dan saya hanya senang telah menemukan

    dia." Kedua perempuan sekarang tetap berhubungan dekat dan sedang mempertimbangkan

    perjalanan kembali ke Indonesia untuk mencari orang tua biologis mereka.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!