Dinkes Sulbar Temukan 11 Penderita AIDS

Kamis, 13 Juni 2013 | 05:36:48
MAMUJU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat selama tahun 2012 menemukan 11 orang yang positif mengidap Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

"Keduabelas pengidap virus dan penderita penyakit mematikan itu kami temukan sepanjang tahun lalu. Jumlah penderita HIV/AIDS di daerah ini kami prediksi mencapai ratusan orang," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Muhammad Ihwan di Mamuju, Rabu 12 Juni 2013.

Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar terus mewaspadai penyebaran penyakit itu menyusul banyaknya penderita yang ditemukan positif mengidap HIV/AIDS.

"Kondisi itu sangat memprihatinkan, sehingga penyebaran penyakit mematikan tersebut harus diwaspadai," katanya.

Menurut dia, HIV/AIDS menyebar bukan hanya kepada warga yang memiliki perilaku menyimpang seperti hubungan seks bebas, tetapi juga bisa menular ke masyarakat biasa seperti ibu rumah tangga dan anak-anak.

"Virus HIV/AIDS yang banyak ditularkan karena hubungan seks bebas bukan hanya mengancam mereka yang gemar melakukan perilaku menyimpang tetapi masyarakat biasa juga rentan mengidapnya jika tidak ada pencegahan dini," katanya.

Menurut dia, kelemahan pemerintah di Sulbar dalam menanggulangi penyebaran penyakit mematikan itu karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Oleh karena itu ia berharap agar dukungan dana pemerintah dapat terus dikucurkan dari pusat untuk pencegahan virus tersebut demi menjaga generasi muda agar tidak tertular penyakit tersebut.

"Dinkes Sulbar tidak memiliki anggaran yang siap dialokasikan mengatasi penyebaran HIV/AIDS, sehingga pemerintah kesuitan menanggulangi penyaki berbahaya itu. Tidak ada anggaran yang dialokasikan pemerintah melalui APBD," katanya.

Ia mengatakan, Sulbar sebagai daerah berkembang sangat rentan menjadi daerah penyebaran virus HIV/AIDS sehingga pemerintah harus mewaspadainya. Daerah maju dan berkembang di Indonesia biasanya menjadi sasaran penyebaran virus HIV/AIDS, seiring munculnya praktik prostitusi.

"Tempat prostitusi paling rentan menjadi penyebaran virus HIV/AIDS karena penyebaran penyakit tersebut paling mudah melalui hubungan seks bebas dan berisiko. Masalah ini harus mendapat perhatian serius dengan membuat kebijakan anggaran untuk pencegahannya," katanya.

Menurut dia, meski dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki saat ini, pemerintah di Sulbar akan tetap melakukan sosialisasi pencegahan penularan penyakit itu.(ant)

BERITA LAINNYA
Ira Wibowo Berbagi Kiat Atasi Kanker Serviks
Senin, 2 Maret 2015 | 07:12:56
Penderita Kanker Sering Terlambat Berobat
Sabtu, 28 Februari 2015 | 16:01:26
Lampung Selatan Tambah Puskesmas Rawat Inap
Rabu, 25 Februari 2015 | 10:31:06
7 Puskesmas di Langkat Jalankan Program Emas
Senin, 23 Februari 2015 | 13:39:58
Mi Instan Makin Banyak Makan Korban
Jumat, 13 Februari 2015 | 10:53:33
Disfungsi Ereksi Dapat Diobati dengan Minum Air Kelapa
Selasa, 10 Februari 2015 | 05:54:34
Periksa Gejala Kanker Sejak Dini
Senin, 9 Februari 2015 | 06:13:06
Pasien Cuci Darah di Malang Melonjak
Rabu, 4 Februari 2015 | 11:31:41
BPJS Kesehatan Pekanbaru Minim Faskes
Selasa, 3 Februari 2015 | 06:29:41
BERIKAN KOMENTAR
Top