Layanan RSU Dolok Sanggul Amburadul

Senin, 15 April 2013 | 06:38:45
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) Dolok Sanggul dinilai masih buruk karena pengelolaan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) tersebut yang berantakan.

Anggota Komisi A DPRD Humbahas Irwan Simamora menjelaskan selama ini peletakan sejumlah manajemen pengelolaan RSU Dolok Sanggul tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya, ketentuan direktur RSU tipe C yang harus dari paramedis. "Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 44/2009 tentang Rumah Sakit yang dimuat di Pasal 34 ayat 1 terkait dengan ketentuan direktur," katanya di Dolok Sanggul, Minggu 14 April 2013.

Selain itu, fasilitas pendukung pelayanan medis dan Sumber Daya Manusia (SDM) rumah sakit juga tidak memenuhi ketentuan undang-undang yang berlaku. Hingga saat ini, tidak ada dokter spesialis di rumah sakit itu, baik spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis bedah, dan penyakit dalam. Padahal, keberadaan dokter spesialis sangat penting untuk memenuhi standar berdirinya satu rumah sakit.

"Dari kondisinya, RSU Dolok Sanggul tidak layak dimasukkan dalam kategori RSU, tetapi puskesmas rawat inap. Pemkab harus tahu diri. Jangan bermimpi untuk menjadikannya RSU rujukan sementara mereka pun masih banyak merujuk," katanya.

Kenyataan paling fatal, menurut Irwan, terletak pada status dokter kandungan yang masih merupakan dokter nonpermanen di RSU tersebut atau dokter on call. Padahal, dokter kandungan semestinya sudah permanen di RSU Doloksanggul karena banyak masyarakat yang membutuhkan persalinan. Sejauh ini, hanya dokter pendukung bagian THT yang ada di rumah sakit tersebut. "Kenapa tidak dipermanenkan saja dokter spesialis yang dibutuhkan rumah sakit tersebut karena kebutuhan kesehatan adalah kebutuhan utama di daerah," tuturnya.

Pelayanan di RSU Dolok Sanggul memang masih sering dikeluhkan pasien yang umumnya masyarakat Humbahas. Keluhan terbesar menyangkut minimnya fasilitas dokter di rumah sakit itu. Akibatnya, banyak warga memilih ke rumah sakit di luar kota seperti RSU Balige dan RSU Tarutung, untuk mendapatkan pelayanan lebih baik. Warga Humbahas, A Marbun, 36, misalnya, memilih untuk langsung dirujuk ke RSU Tarutung saat akan melahirkan.

Pasalnya, peralatan pendukung medis dan dokter spesialis kandungan yang dapat membantu persalinannya, tidak ada di RSU Dolok Sanggul. "Kami memilih ke RSU Tarutung saja," ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Humbahas Saul Situmorang dan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Keprotokolan Pemkab Humbahas Osbrond Siahaan tidak dapat dikonfirmasi terkait kondisi RSU Dolok Sanggul. Saat dihubungi, keduanya tidak mengangkat telepon selulernya.(sindo)

BERITA LAINNYA
HIV/AIDS di Mimika Capai 3.900 Kasus
Minggu, 31 Agustus 2014 | 14:42:41
Seminar AIDS, Mia Pasang Kondom Pakai Mulut
Minggu, 31 Agustus 2014 | 05:34:44
Sering Makan Junk Food, Makin Anti-makanan Sehat
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 15:46:07
Mahasiswa Indonesia Temukan Es krim Sehat
Jumat, 29 Agustus 2014 | 03:42:04
Stroke Pembunuh Nomor 3 di Dunia
Kamis, 28 Agustus 2014 | 17:19:11
5 Manfaat Tidur Tanpa Bra
Kamis, 28 Agustus 2014 | 07:49:01
Inilah Area Sensitif Wanita Menurut Para Ahli
Kamis, 28 Agustus 2014 | 07:45:20
Angka Kematian Ibu Melahirkan di Labuhanbatu Turun
Selasa, 26 Agustus 2014 | 14:25:52
WHO Kirim Tim Medis ke Kongo, Awasi Ebola
Selasa, 26 Agustus 2014 | 08:02:44
Awas, Virus Ebola!
Senin, 25 Agustus 2014 | 10:38:50
Kopi Dapat Melawan Penyakit Mulut
Minggu, 24 Agustus 2014 | 19:22:29
WHO Temukan Cara Efektif Berantas Polio
Minggu, 24 Agustus 2014 | 02:57:23
BERIKAN KOMENTAR
Top