Senin, 28 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Kasus Diare Banyak Disebabkan Sanitasi yang Tidak Baik
    Jumat, 19 Oktober 2012 | 03:48:49
    MEDAN (EKSPOSnews): Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Utara Sukarni mengatakan kasus diare lebih banyak disebabkan sanitasi yang tidak bersih dan makanan atau minuman yang tercemar bakteri.

    "Kuncinya kalau tidak ingin menderita diare sanitasi harus bersih, berperilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan serta usai BAB (buang air besar)," katanya di Medan, Kamis 18 Oktober 2012.

    Ia mengatakan diare termasuk yang perlu diwaspadai karena jika sampai dibiarkan berlama-lama dapat membahayakan bagi penderitanya terutama balita.

    Untuk tanda-tanda diare, kata dia, penderita akan mengalami buang air besar 3-5 kali dalam sehari.

    Namun jika sudah BAB secara terus-menerus, muntah berulang, rasa haus yang nyata, makan atau minum sedikit, demam, tinja terdapat darah, dan tidak membaik dalam tiga hari harus hati-hati karena hal itu merupakan tanda-tanda bahaya dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

    "Jika sudah mengalami diare, penderita anak-anak harus diberikan oralit dan obat zinc. Zinc ini berfungsi mempercepat penyembuhan, menambah nafsu makan, dan melindungi anak dari diare 2-3 bulan ke depan. Pemberian zinc ini diberikan untuk 10 hari setelah anak mengalami diare," katanya.

    Selain cuci tangan pakai sabun dan perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan diare dapat dilakukan dengan cara setiap keluarga harus BAB di jamban, memberi ASI eksklusif hingga enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI dan memberikan imunisasi campak.

    "Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) diare perlu dilaksanakan secara berkala dan komprehensif, sehingga dapat mencegah terjadinya diare," katanya.

    Berdasarkan data, sepanjang Januari hingga September 2012 terdapat 141.556 penderita diare di Sumatera Utara, sebanyak 75.089 di antaranya merupakan usia lima tahun ke bawah.

    "Bila dibandingkan hingga bulan yang sama pada 2011, jumlah penderita diare mengalami penurunan. Kalau tahun 2012 ini penderita diare sebanyak 141.556 orang, tahun 2011 ada temuan sebanyak 170.768 orang," katanya.(antara)


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!