Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Peserta Jamkesda Toba Samosir Masih Sedikit
    BALIGE (EKSPOSnews): Sebanyak dua ribu orang warga Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, yang didaftarkan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Daerah dinilai terlalu sedikit jika dibandingkan jumlah penduduk sebesar 217 ribu jiwa di daerah itu.

    "Keterbatasan anggaran merupakan kendala utama dalam pelaksanaan program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin di wilayah itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Toba Samosir (Tobasa) Haposan Siahaan di Balige, Kamis 9 Februari 2012.

    Ia mengakui, sejumlah dua ribu orang yang mendapat premi sebagai tanggungan pemerintah daerah setempat sebesar Rp15 ribu per jiwa hingga Desember 2012 terlalu sedikit, namun pagu anggaran yang tersedia dikelolanya hanya mampu menampung jumlah peserta sebanyak itu.

    Memang, kata dia, salah satu indikator pencapaian pembangunan masyarakat yang sejahtera adalah peningkatan indeks kesehatan, sesuai kuota yang yang diberikan Kementerian Kesehatan tahun 2008 terhadap 80.031 jiwa masyarakat tidak mampu yang tergolong miskin di wilayah itu.

    Kemudian, lanjutnya, berdasarkan pendataan yang dilakukan aparat dan bidan desa dalam wilayah setempat, Bupati Tobasa menerbitkan Surat Keputusan bagi sejumlah 52.384 jiwa penduduk miskin yang berhak untuk mendapatkan pengobatan gratis dan pelayanan dasar kesehatan.

    Namun, kata Haposan, hingga sekarang program tersebut tidak terealisasi, sehingga sejumlah 27.647 jiwa masyarakat tidak mampu yang merupakan angka selisih dari jumlah kuota yang ditetapkan dengan yang di SK kan harus diakomodir, agar mereka terlayani dalam bidang kesehatan.

    Menurut dia, Pemkab Tobasa telah meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Daerah, sesuai Instruksi Presiden yang menekankan fokus program pembangunan berkeadilan pro rakyat, dilandasi keinginan terciptanya derajat kesehatan yang meningkat, khususnya masyarakat miskin.

    Ia berharap, pada tahun mendatang, jumlah peserta Jamkesda tersebut dapat ditingkatkan, dengan dukungan kemampuan keuangan daerah untuk memberikan pertanggungan dalam Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama dan Lanjutan.

    Disebutkannya, Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama meliputi Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) pada Puskesmas dan jaringannya, Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), Pelayanan Gawat Darurat (Emergency) serta persalinan normal yang dilakukan di puskesmas atau bidan.

    Sedangkan Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjutan yang ditanggung, meliputi Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) pada poliklinik spesialis rumah sakit, Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) pada ruang kelas perawatan di kelas III, dan juga Pelayanan Gawat Darurat.

    "Untuk mendapatkan pengobatan gratis, cukup memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk/Surat Keterangan Domisili atau Kartu Keluarga sesuai administrasi kependudukan yang menunjukkan secara sah sebagai warga Tobasa," kata Haposan.(antara)



    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!