Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Mendiagnosa Kanker Nasofaring Sejak Dini
    MEDAN (EKSPOSnews): Melakukan diagnosa secara dini sangat penting dilaksanakan terhadap penyakit kanker nasofaring, karena semakin dini diketahui akan mudah untuk pengobatan dibandingkan jika sudah masuk pada stadium lanjut.

    Pengamat kesehatan Universitas Sumatera Utara (USU) Delfitri Munir mengatakan lebih dari 85 persen penderita kanker nasofaring (KNF) dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun dengan pengobatan radioterapi pada stadium dini,bahkan penderita masih dapat beraktivitas secara normal.

    Sedangkan yang melakukan pengobatan sudah pada stadium lanjut, hanya 15 persen yang masih dapat bertahan hidup selama lima tahun walau diberikan khemoradioterapi, dengan kualitas hidup yang rendah dan tidak lagi bisa beraktivitas secara normal.

    "Artinya sangat penting dilakukan deteksi secara dini, dengan demikian kemungkinan untuk sembuh juga semakin besar," katanya di Medan, Sabtu 28 Januari 2012.

    Kanker Nasofaring (KNF) adalah tumor ganas karsinoma yang berasal dari epital belakang hidung (nasofaring). Biasanya tumor tumbuh dari fosa rosenmuler dan dapat meluas ke hidung, tenggorokan serta dasar tengkorak.

    KNF diperkirakan sudah ada sejak lima ribu tahun lalu dengan ditemukannya tengkorak manusia Mesir kuno yang tulang dasar tengkoraknya mengalami destruksi akibat komplikasi KNF.

    KNF merupakan tumor ganas di kepala dan leher yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini menduduki urutan keempat dari seluruh penyakit kanker setelah kanker mulut rahim , payudara dan kulit.

    Jumlah KNF yang paling banyak di dunia adalah Provinsi Guangdong China Selatan (39,8/100.000). Di Indonesia penderita KNF adalah 3,9/100.000 penduduk setiap tahun. Rata-rata pasien baru KNF yang datang berobat adalah 100 orang setiap tahun .

    Lebih lanjut dia mengatakan, keadaan ekonomi masyarakat masih merupakan kendala bagi penderita untuk berobat ke rumah sakit. Disamping itu masih banyak masyarakat yang tidak mendapat fasilitas asuransi kesehatan.

    Rendahnya pendidikan dan minat baca masyarakat juga ikut berperan, sehingga sulit menemukan penderita KNF pada stadium dini.

    Pelayanan kesehatan dokter terutama di puskesmas juga sering luput mendianosis KNF karena bervariasinya penyakit yang ditangani, bahkan tidak jarang terjadi kesalahan diagnosis sehingga tidak di rujuk ke spesialis THT-KL.

    Bermacam upaya telah dilakukan untuk mendiagnosis KNF secara dini untuk pasien yang dicurigai KNF, seperti pemeriksaan nasofaringoskopi, sitologi atau serologi. Namun upaya ini hanya akan dapat dilakukan setelah penderita datang ke rumah sakit.

    Untuk itu, ia menilai sudah saatnya dilakukan skrining untuk masyarakat yang berisiko menderita KNF seperti kelompok suku atau keluarga yang menderita KNF, karena prevalensi KNF di Indonesia masih tinggi.

    "Memberdayakan petugas kesehatan di basis terdepan pelayanan kesehatan seperti dokter di puskesmas dan bidan desa sangat diperlukan untuk dapat berperan mendiagnosa KNF lebih dini," katanya.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!