
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
IDI Sumut Sosialisasikan Makanan Alami
MEDAN (EKSPOSnews): Ikatan Dokter Indonesia, Sumatera Utara akan menyosialisasikan kembali pentingnya anak-anak memakan makanan yang alami tanpa menggunakan bahan pengawet, dan lebih baik dimasak di rumah sendiri.
"Kami akan sosialisasikan pentingnya mengonsumsi makanan tanpa bahan pengawet. Dalam sosialisasi itu kami akan menggandeng dinas pendidikan," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut) Henry Salim Siregar di Medan, Jumat 6 Januari 2012. Disosialisasikannya makanan tanpa bahan pengawet tersebut, menurut dia, pengetahuan masyarakat akan semakin meningkat terutama dalam upaya mencegah keluarga tidak terkena berbagai penyakit. "Anak-anak adalah masa depan dan ia harus sehat. Sehat salah satunya didapat dari makanan yang tidak mengandung bahan pengawet. Ini akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah agar anak-anak itu mengonsumsi makanan rumah yang kebersihan dan gizinya terjamin," katanya. Diperkirakan dewasa ini sekitar 60 persen anak-anak di perkotaan cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan pengawet. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya orang tua menyajikan makanan sehat di rumah. "Padahal ini sangat berbahaya karena kualitas hidup terganggu, siapa nanti yang menjadi pemimpin bangsa ini. Memang dampaknya bukan sekarang, tetapi akan terlihat dalam waktu jangka panjang. Anak-anak sekarang juga minim mengonsumsi sayur-sayuran yang baik untuk kesehatan," katanya. Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Sacramento Tarigan mengakui saat ini anak-anak di perkotaan khususnya di sekolah mayoritas mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet seperti bakso, mie, kerupuk berwarna. "Memang dalam operasi rutin yang kita lakukan melalui mobil operasional laboratorium keliling kesekolah-sekolah, masih banyak anak-anak yang mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet yang diperoleh dari jajanan," katanya. Ia mengimbau agar pihak sekolah juga mendata para pedagang yang berjualan di lingkungan sekolah. Selain itu, bagi para orang tua agar membekali anaknya makanan dari rumah, sehingga dengan demikian anak tidak perlu jajan di sekolah. "Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan jadi membutuhkan energi dan vitamin yang baik agar otaknya juga dapat bekerja secara optimal. Jangan beri anak-anak makanan yang mengandung bahan pengawet karena dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kanker," kata Henry.(antara)
BERITA TERKAIT:
|