Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Penderita Demam Berdarah di NTB Meningkat
    NET/Ilustrasi

    MATARAM (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah penderita demam berdarah dengeu sejak Januari-Oktober 2010 mencapai 1.781 orang, meningkat dibandingkan 2009 sebanyak 625 orang.

    "Penderita demam berdarah dengeu (DBD) pada 2010 melonjak tinggi dibandingkan 2009," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan, Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) I Made Suadnya, di Mataram, Selasa 23 November 2010.

    Ia menjelaskan, demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan subtropis, dan menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara.

    Terdapat empat jenis virus dengue, masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun fatal.

    Demam berdarah ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk betina "aedes" yang terinfeksi virus dengue. Penyakit ini tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke orang.

    Penyebar utama virus dengue adalah nyamuk "aedes aegypti" namun virus dengue juga dapat disebarkan oleh spesies lain yaitu "aedes albopictus".

    Menurut dia, tingginya jumlah kasus DBD di NTB karena faktor perubahan iklim yang ditandai dengan turunnya hujan secara terus menerus setiap bulan pada 2010. Kondisi tersebut mendukung berkembangbiaknnya jentik nyamuk tersebut.

    "Selain itu, faktor masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan seperti bak air dibiarkan terus terbuka, barang-barang yang berpotensi menyimpan air hujan dibiarkan, tidak ditimbun atau dimusnahkan. Kondisi itu tentu mendukung berkembangbiaknya nyamuk," ujarnya.

    Suadnya menyebutkan, wilayah yang paling banyak penderita DBD adalah Kota Mataram, dengan jumlah kasus mencapai 940, disusul Kabupaten Sumbawa 159 kasus, Lombok Timur 139 kasus, Lombok Barat 112 kasus, Dompu 120 kasus, Sumbawa Barat 87 kasus, Lombok Tengah 65 kasus, Kota Bima 59 kasus, Kabupaten Lombok Utara 56 kasus dan Bima 44 kasus.

    Dari seluruh kasus DBD tersebut, kata dia, sebanyak delapan orang meninggal dunia dan terbanyak di Kabupaten Dompu sebanyak empat orang, diikuti Sumbawa tiga orang dan Kota Mataram satu orang.

    "Yang lebih mengherankan, Kabupaten Sumbawa Barat pada 2009 lalu tidak ada penderita, tahun ini mencapai 87 kasus. Dompu juga pada 2009 hanya satu1 kasus, sekarang sudah diatas 100 kasus," ujarnya.

    Melihat kondisi tersebut, pihaknya terus mengimbau masyarakat melakukan pengontrolan terhadap perkembangbiakan nyamuk dengan pemberantasan sarang nyamuk yang efektif dan efisien melalui kegiatan 3M, yaitu menguras, menutup/menabur abate di tempat penampungan air, dan mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk "aedes aegypti".

    Selain itu, meningkatkan peran tenaga medis yang ada di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!