Kenali Jenis Penyakit Keturunan

Senin, 8 Maret 2010 | 05:30:31
Ilustrasi
JAKARTA (EKSPOSnews): Tidak hanya hidung mancung atau wajah cantik ibu yang menurun pada anak perempuannya, tapi juga penyakit
 Menurut Tracy Gaudet, direktur eksekutif  Duke Integrative Medicine di Duke University, dan pengarang buku Consciously Female, beberapa gen ibu bisa menurun pada Anda. Sebelum melakukan cek up kesehatan, coba ngobrol dengan ibu Anda. Tanyakan sejarah kesehatannya.

Jika Anda telah mengetahui riwayat kesehatannya, dokter dapat memperkirakan risiko penyakit yang mungkin Anda miliki dan bisa membantu mengurangi risiko penyakit untuk generasi berikutnya.

1. Migrain atau sakit kepala

Sakit kepala dari ibu cenderung menurun ke anak perempuan. Penyebabnya adalah hormon estrogen. Untuk banyak wanita, naik turunnya tingkat hormon dapat menyebabkan migrain sewaktu mulai haid, saat hamil, atau setelah melahirkan. Jika hal ini terjadi pada ibu Anda, lebih baik diskusikan riwayat sakit kepala ini kepada ginekolog sebelum minum obat berestrogen. Dokter mungkin akan memberi obat dengan dosis rendah.

2. Tiroid

Penyakit tiroid (hipotiroid dan hipertiroid) biasa terjadi pada ibu dan anak perempuannya. Hipotiroid sering terjadi pada usia 20-an dan 30-an dan setelah masa menopause. Hipertiroid memiliki gejala tertentu, seperti berat tubuh yang menurun, tidak bisa tidur, dan sering gelisah. Namun, gejala ini sering tidak dikenali oleh dokter karena serupa dengan gejala stres.

Jika ibu mempunyai masalah tiroid dan Anda tidak merasakan gejala apa pun, Anda tetap harus melakukan tes darah yang akan menunjukkan fungsi tiroid Anda. Penyakit hipotiroid dapat diatasi dengan hormon tiroid sintetis.

3. Kanker

Walaupun dari pemeriksaan kesehatan ibu bisa dikenali gejala-gejala kanker, Anda tidak selalu berisiko terkena kanker juga. Sebagian besar wanita yang menderita kanker tidak memiliki sejarah kanker dalam keluarganya. Jika ibu Anda terkena kanker payudara ketika berusia 50 tahun dan tidak ada seorang pun di keluarga yang mengalami hal serupa, berarti risiko Anda tidak tinggi.

Sebaliknya, jika ibu memiliki kanker payudara saat berumur 40, dan hal serupa juga terjadi pada kakak dan tante, berarti Anda memang berisiko tinggi. Jika sejarah keluarga Anda menunjukkan adanya kanker genetis, bicaralah dengan dokter tentang bagaimana hal itu bisa memengaruhi kesehatan Anda.

4. Depresi

Memahami psikologi ibu dapat menyelamatkan Anda dari kondisi depresi yang mengkhawatirkan. Sekitar 65% risiko depresi berasal dari faktor genetis. Depresi sering melanda wanita di akhir usia 20-an dan awal 30-an. Gangguan depresi diturunkan sekitar 35%, sementara itu 45% orang yang mengalami kepanikan memiliki sejarah keluarga yang serupa.  Semakin cepat Anda mengenalinya, semakin mudah pula Anda menyembuhkannya. (vn)

BERITA LAINNYA
2.000 Dokter di Riau Belum Tersebar Merata
Jumat, 24 Oktober 2014 | 16:29:15
Dinkes DKI Belum Berikan Izin Praktik Dokter Asing
Jumat, 24 Oktober 2014 | 15:30:18
Perokok Indonesia Teraktif Merokok daripada Cina
Jumat, 24 Oktober 2014 | 05:14:29
Gubernur Dukung PNS Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Kamis, 23 Oktober 2014 | 17:16:31
Inilah Tanda-Tanda Ikan Asin Tak Beres
Kamis, 23 Oktober 2014 | 10:51:13
Pemkot Medan Tingkatkan Kemampuan Bidan Puskesmas
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:53:35
Udara di Palembang Sangat Berbahaya!
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:43:29
2 Pengungsi Sinabung Alami Gangguan Jiwa
Selasa, 21 Oktober 2014 | 22:10:38
Makan Jeruk Mampu Turunkan Berat Badan
Senin, 20 Oktober 2014 | 18:40:25
Penderita ISPA di Jambi Meningkat Setiap Pekan
Senin, 20 Oktober 2014 | 03:56:30
Bagaimana Virus Ebola Menular?
Minggu, 19 Oktober 2014 | 03:47:58
BERIKAN KOMENTAR
Top