Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Polisi Siap Amankan Pelantikan Wali Kota Tebing Tinggi
    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Tebing Tinggi akan mengerahkan 351 personel untuk mengamankan proses pelantikan Wali Kota Tebing Tinggi yang akan dilaksanakan Jumat 5 Agustus 2011.

    Kapolres Tebing Tinggi AKBP Robert Haryanto Waitratan yang dihubungi mengatakan selain ditempatkan di sekitar gedung DPRD, jumlah personel itu dikerahkan untuk memperlancar arus lalu lintas menuju lokasi pelantikan, Untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan melakukan penyisiran di dalam dan luar gedung DPRD Tebing Tinggi.

    Bahkan, pihaknya juga akan mengerahkan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) dari Detasemen B Satuan Brimob Polda Sumut yang bermarkas di Tebing Tinggi.

    "Mereka akan menyisir gedung DPRD sore ini," katanya, Kamis 4 Agustus 2011.

    Menurut Kapolres, pihaknya mendapatkan pemberitahuan tentang adanya kelompok yang akan berunjuk rasa dalam pelantikan tersebut.

    Kelompok tersebut adalah Gerakan Mahasiswa Bersatu Indonesia Raya (Gembira) yang dalam pemberitahuannya akan berunjuk rasa pada Jumat (5/8) pukul 15.00 WIB.

    Namun kelompok pengunjuk rasa itu bukan untuk memprotes rencana pelantikan wali kota Tebing Tinggi, melainkan menuntut agar pejabat yang akan dilantik itu merealisasikan janji dalam kampanye.

    "Mereka meminta agar wali kota yang akan dilantik tidak korupsi, menjadikan Tebing Tinggi sebagai kota pendidikan dan kota kesehatan," katanya.

    Sebelumnya, KPU menetapkan pasangan Umar Zunaidi dan Irham Taufik unggul sebagai pemenang dalam proses pilkada Tebing Tinggi setelah meraih 27.767 suara atau 44,46 persen.

    Dalam pilkada yang dilaksanakan pada 26 Juni 2011 itu, pasangan yang didukung Partai Persatuan Pembangunan , Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Hanura tersebut mengungguli empat kandidat lain dengan selisih suara yang cukup signifikan.

    Pasangan lain, Adi Harianto-Sarabintang Saragih (nomor urut 2) meraih 569 suara (0,9 persen), serta Amril Harahap-Irwandi (nomor urut 3) memperoleh 3.628 (lima persen).

    Sedangkan dua pasangan lain yakni Eddy Syofian-Hafas Fadillah (nomor urut 4) meraih 20.763 suara (33 persen) serta Syahril Hafzein-Wan Gunadi (nomor urut 5) dengan 9.731 suara (16 persen).

    Semua ketetapan itu tercantum dalam Surat keputusan KPU Tebing Tinggi Nomor 270-220/KPU/TT tertanggal 5 Juli 2011.

    Menurut catatan, pilkada Kota Tebing Tinggi pernah diselengarakan pada 12 Mei 2010 yang diikuti lima pasangan calon yakni Umar Junaidi-Irham Taufik (nomor urut 1), Adi Harianto-Sarabintang Saragih (nomor urut 2), Amril Harahap-Irwandi (nomor urut 3), M Syafri Chap-Hafas Fadillah (nomor urut 4), dan Syahril Hafzein-Wan Gunadi (nomor urut 5).

    Dalam proses penghitungan suara akhir dan sidang pleno pada 15 Mei 2011, KPU menetapkan pasangan M Syafri Chap-Hafaz Fadillah sebagai pemenang dan menjadi Wali Kota dan wakil wali Kota Terpilih.

    Namun pihak yang merasa keberatan dengan hasil itu mengajukan gugatan ke MK yang mengeluarkan keputusan dengan Nomor 12/PHPU.D-VIII/2010 berupa pemungutan suara ulang.

    MK juga membatalkan pencalonan M Syafri Chap karena dianggap tidak memenuhi persyaratan sehingga posisinya digantikan mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatik Sumut yang juga mantan Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi Eddy Syofian.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!