
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Calon Bupati Asahan Diserang Massa, 2 Otak Pelaku Diamankan
Qayyum
Sat Brimob terlibat pengamanan Cakada Asahan meringkus pria diduga sebagai provokatorKISARAN (EKSPOSnews) : Segerombolan massa mencoba membatalkan jalannya kampanye seorang Calon Kepala Daerah (Cakada) Asahan. Aksi serangan itu berakibat fatal, membatalkan orasi politik Cakada dihadapan ribuan pendukungnya. Aparat kepolisian dari Polres Asahan kemudian bertindak, melakukan pengawalan VIP, sebagai upaya penyelamatan.
Dalam proses evakuasi, menuju kediaman Cakada, iring-iringan kenderaan kembali dihadang massa alam jumlah lebih besar. Aksi memberingas, mobil digunakan Cakada diamuk massa hingga rusak. Dengan sigap, polisi memindahkan Cakada ke mobil lain, berbalik arah mencari jalan alternatif lebih aman. Sementara aparat kepolisian dari Satuan Brimbo Tanjung Balai, yang ikut melakukan pengawalan VIP tersebut terpaksa harus turun tangan, memuntahkan peluru ke udara sebagai tembakan peringatan, guna menenangkan serta menghalau massa yang sudah emosi dan tidak terkendali. Dari kedua lokasi berbeda, petugas berhasil mengamankan dua otak pelaku diduga sebagai provokator. Demikian simulasi Sistem pengamanan VIP diperagakan dalam apel gelar pasukan, Ops Mantap Praja Toba 2010, disaksikan Kapolres Asahan AKBP. Mashudi, Dandim 0208/AS Letkol Inf. Herry Christianto, sejumlah pasangan Cakada, termasuk Taufan Gama Simatupang - Surya serta undangan dari elemen lain, Jum’at (23/4) di Lapangan Parasamya Kisaran. “Ini simulasi,” ungkap Kapolres. Para pasangan Cakada diberikan kesempatan mengomentari simulasi itu, semuanya berapresiasi positif terhadap upaya ditunjukkan aparat kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab, memberikan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat, terutama dalam pelaksanaan tahapan Pemilu Kada Asahan 2010. “Ini sangat Perfect,” ujar Taufan Gama Simatupang, dalam kesempatan pertama. Sementara Dandim 0208/AS Letkol Inf. Herry Christianto, meyakini, gambaran dalam simulasi itu tidak akan pernah terjadi di Kabupaten Asahan, mengingat pendekatan dilakukan Polres Asahan selama ini dalam menjaga dan mendeteksi situasi Kamtibmas tetap mengedepankan cara-cara persuasif. Demikian juga peran serta pasangan Cakada dalam mengendalikan massa pendukungnya. “Mudah-mudahan tidak terjadi di Asahan,” harap Dandim seraya menegaskan, TNI siap membackup Polri, bila dibutuhkan dalam melakukan pengamanan.(Qayyum)
BERITA TERKAIT:
|