Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pilkada Labuhanbatu Menunggu Kejelasan Ijazah Adelina
    RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Suhu politik lokal di Labuhanbatu, Sumut kian menghangat. Terlebih jelang pelaksanaan Pilkada setempat. Apalagi memasuki tahapan pengumuman verifikasi nama-nama calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup dan Cawabup) banyak isu miring yang beredar untuk menjatuhkan bakal calon yang akan maju.

    Permainan isu terus dilancarkan di kabupaten itu. Itu, dalam upaya meningkatkan popularitas calon dan juga menjatuhkan rival politik lainnya. Terlebih, pasca beredarnya isu mengenai legalitas ijazah Cabup Adelina. Selain itu, kabar pengunduran diri Amarullah Nasution juga berembus kencang.

    Dari paket nama-nama Cabup dan Cawabup bakal peserta Pilkada yang ada, disebutkan empat paket telah mendaftarkan diri ke KPUD Labuhanbatu. Tiga diantaranya merupakan calon yang diusung parpol yaitu Adelina berpasangan dengan Trisno yang diusung koalisi 20 partai politik.
    Sedangkan, calon lainnya Tigor P Siregar berpasangan dengan Suhari hanya mendapatkan dukungan PPP, PKB, Partai Buruh, PPRN dan PDS.
    Sementara, Amarullah Nasution berpasangan dengan Aziddin mendapat dukungan parpol Partai Hanura, PPRN, PIB, PNBK, PBM. Dan, satu paket lainnya yakni Irfan Arya berpasangan dengan WG Harso maju dari jalur independen dan mencalonkan diri melalui calon perseorangan.

    Uniknya, jelang pelaksanaan pengumuman verifikasi data administrasi calon, Amarullah Nasution disebut-sebut telah mengundurkan diri dari pencalonannya. Itu diperkuat dari informasi telah masuknya surat pengunduran dirinya ke KPU setempat.

    Mundurnya bakal calon bupati Labuhanbatu, Amarullah Nasution dari pencalonannya, membuat pengurus partai politik pendukung dan pengusungnya kecewa berat. Para pengurus parpol dan tim sukses sangat menyayangkan langkah yang dilakukan Amarullah. “Kami partai politik pengusung sangat menyayangkan mundurnya balon bupati Amarullah,” kata Ketua PNBKI Labuhanbatu, Marisi Ulises Hasibuan, Senin (12/4) malam.

    Partai-partai politik pendukung, kata dia, menyesalkan apa yang dilakukan Amarullah membuat surat pengunduran diri ke KPU dari bakal calon bupati yang telah mendaftar ke komisi penyelenggara Pemilu itu. “Hanura, PMB, PNBKI menyayangkan mundurnya Amarullah. Apalagi ketua PMB sudah pusing memikirkan ini, dan sekarang Sutan Nafsan pun tidak bisa lagi dihubungi,” ungkap Marisi yang juga tim sukses (TS) Amarullah.

     Namun demikian, katanya, pihaknya bisa memaklumi melihat kondisi kesehatan Amarullah belakangan ini. “Sabtu minggu lalu ketika pengukuhan para tim sukses, Amarullah sakit. Dia mengeluhkan jantungnya. Jadi, Amarullah sudang berangkat ke Penang untuk berobat dan harus istirahat total,” katanya.

    Aziddin ketika dikonfirmasi mengaku jika tindakan Amarullah Nasution bentuk dari sikap pengunduran dirinya tidak bertanggungjawab. Serta, hal itu penyebab paket mereka bakal gugur di KPU dalam verifikasi administrasi. “Ya, jadi gugurlah,” katanya ketika dihubungi via selular.

    Meskai demikian, dirinya masih akan berkoordinasi dengan parpol pendukung dan akan mempelajari masalah tersebut.

    Sebelumnya, Anggota KPU Labuhanbatu Syam Hasri menyebut alasan pengunduran diri Amarullah, mengutip isi surat Amarullah ke KPU, mendapat ancaman Partai Demokrat akan direcall dari anggota DPRD Sumatra Utara karena partai tersebut sudah mengusung balon lain. Surat pengunduran diri itu, kata Syam, tanggal 12 April 2010.

    Tentu saja, pengunduran diri Amarullah menyebabkan peta politik menjadi berubah. Tudingan miring terus berkembang di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, kalkulasi politik yang ada menjadikan munculnya potensi-potensi isu. Tapi, apakaha kisah kelamnya Amarullah bakal kembali terulang? Dimana, sama seperti pencalonan dirinya sewaktu Pilkada Labuhanbatu Tahun 2005 lalu. Meski sempat ‘tertekan’ dan selanjutnya kembali diikutsertakan sebagai ‘petarung’ yang ujung-ujungnya tetap jadi ‘pecundang’.

    Selain itu, ditambah beredarnya isu legalitas ijazah istri T Milwan, Bupati Labuhanbatu saat ini, juga menambah ‘gemuruhnya’ deru Pilkada. Adelina T Milwan disebut-sebut bermasalah dalam bukti ijazah sekolah formalnya. Sebahagian kalangan sontak menjadikan hal itu sebagai buah bibir. Konsumsi isu miring itu terus menjadi perdebatan banyak kalangan. Bahkan, untuk mendukung dan menjaga kalangan KPU setempat dalam netralitasnya, beberapa warga yang mengatasnamakan diri Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) melakukan demo ke kantor KPU setempat. Dalam orasi-orasinya, kaum muda Labuhanbatu itu meminta pihak KPU agar mengusut legalitas ijazah Adelina.

    Informasi yang ada, disebutkan Adelina sekolah di SMP 88 disebuah daerah bernama Sicincin di Provinsi Sumatra Barat. Menjadi kecurigaan banyak pihak terkait tahun tamat dari sekolah tersebut.

    Persoalannya, jika Amarullah Nasution dalam pengumuman verifikasi berkas calon akan digugurkan oleh pihak KPUD Labuhanbatu dan Adelina juga terganjal oleh status ijazahnya. Lantas, apakah calon yang tersisa bakal terus maju sebagai calon di Pilkada?
    Sementara juga, isu berkembang Irfan Arya yang berpasangan dengan WG Harso diduga jugabakal ‘gagal’ dampak kurangnya dukungan suara yang digalang. Dan banyaknya berkas-berkas yang dilampirkan menuai kesalahan.

    Jika ini terjadi, tentu akan berdampak lain. Calon yang dapat dipastikan melaju hanya paket Tigor-Suhari. Tentu saja, dengan hanya satu paket yang ada, maka indikasi Pilkada Labuhanbatu yang sejatinya dilaksanakan 16 April 2010 mendatang terpaksa diundur untuk kembali dilakukan jadwal pendaftaran calon ulang.

    Dilain pihak, banyak kalangan justeru menilai hal berbeda. Prediksi Adelina untuk maju dan mendulang ‘mulusnya’ proses verifikasi berkas sangat memungkinkan. Sebab, selaku istri perwira militer tentu juga sebelumnya telah lulus dalam persyaratan yang ada ditubuh militer ketika dirinya saat itu ingin dipersunting seorang perwira yang kini menjadi orang nomor satu di kabupaten itu. (fajar)

    Share |
    Kami berharap supaya pemberitaan kepublik sesuai dengan fakta dan lugas, jangan dipengaruhi oleh materi yang berikan oleh ibu adelina, kepada personil pers, karena di Labuhab Batu budaya suap sudah merupakan trdisi. thank,s

    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!