Membangun RPH Modern di Mataram

Minggu, 23 September 2012 | 02:28:54
MATARAM (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membangun rumah potong hewan (RPH) modern yang menghasilkan produk daging sapi yang higienis dan memenuhi standar nasional dengan dana sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Hambali A Gani yang dihubungi dari Mataram mengatakan Dompu merupakan salah satu kabupaten penghasil ternak di Indonesia terutama wilayah timur.

"Namun produk daging yang kita dihasilkan saat ini belum memenuhi standar nasional. Karena itu pada 2013 pemerintah pusat akan membangun RPH bertaraf nasional yang menjamin kualitasnya sesuai pola Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)," ujarnya, Sabtu 22 September 2012.

Ia mengatakan, Kabupaten Dompu yang memiliki ternak dengan populasi tinggi, hingga kini belum bisa menyediakan produk daging yang higienis sesuai standar mutu yang teah ditetapkan.

Menurut data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu pada sesus ternak 2011, tercatat sebanyak 72.000 ekor sapi dan 17.000. Dua RPH yang ada, yakni di Kecamatan Woja dan Manggelewa serta satu Tempat Pemotongan Hewan (TPH) di Kecamatan Pekat, masih menggunakan pola konvensional.

"Melihat kondisi seperti ini, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderla (Ditjen) Peternakan Kementrian Pertanian, akan membangun RPH modern di Kabupaten Dompu. Dana sebesar Rp2 miliar telah siap dikucurkan, dan akan dimulai pengerjaan pada 2013.

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Dompu selaku pemakai manfaat dari keberadaan RPH itu diwajibkan menyiapkan lahan untuk pembangunan RPH dari dana APBD.

Hingga kini Pemerintah Kabupaten Dompu belum menemukan lokasi yang tepat sebagai tempat pembangunan RPH modern itu. APBD Perubahan 2012 yang telah diajukan untuk pengadaan lahan itu sudah seleai dibahas di DPRD setempat.

Menurut dia, RPH yang akan dibangun itu telah memenuhi standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sehingga produk yang dihasilkan bisa dikonsumsi siapa saja dengan kualitas ASUH.

Hambali mengatakan, mulai dari kondisi kesehatan ternak sebelum dipotong, cara penyembelehannya yang dilakukan secara Islami serta penanganan setelah penyembelehan, dijamin kehalalannya.

"Jadi dengan RPH berstandar NKV, produk yang dihasilkan sudah memiliki kekuatan hukum sehingga aman dikonsumsi baik di daerah, naional bahkan internasional. Bedanya dengan RPH saat ini adalah hasilnya hanya dijamin menggunakan stanar ASUH saja," katanya.

Mengenai apakah RPH modern itu akan dimanfaatkan seluruh pengusaha peternakan akan memanfaatkan fasilitas pemotongan hewan itu, Hambali menjamin menjamin seluruh pengusaha akan memanfaatkannya.

Selama ini 30 pengusaha daging di daerah ini yang memanfaatkan RPH yang ada anya 25 persen. Menjelang dibangunnya RPH modern, pihaknya bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Kepolisian, telah melakukan pendekatan kepada pengusaha daging agar menggunakan RPH tersebut.

Dia menambahkan, RPH modern tersebut akan dilengkapi dengan perlengkapan modern lainnya. Fasilitas yang belum dimiliki RPH konvensional saat ini adalah belum tersedianya bank daging.

"Dari dana Rp2 miliar tersebut, sebanyak Rp1,5 miliar akan digunakan untuk membangun RPH dan Rp500 juta untuk peralatannya," kata Hambali.(antara)

BERITA LAINNYA
Indonesia Bangun Pabrik Mie di Kazakhstan
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 15:13:44
Genjot Kinerja Sektor Properti, BCA Turunkan Bunga KPR
Jumat, 29 Agustus 2014 | 14:54:49
Investasi Hotel di Samosir Menarik. Siapa Berminat?
Selasa, 26 Agustus 2014 | 08:46:23
Kemenhub Bangun Pelabuhan Manado
Selasa, 26 Agustus 2014 | 07:59:44
Presiden Baru Diharapkan Tetap Realisasikan JSS
Minggu, 24 Agustus 2014 | 02:47:16
Jalan Tol Dumai-Pekanbaru Mulai Dikerjakan Oktober
Senin, 18 Agustus 2014 | 14:04:19
Proyek PLTU Rengat Serap Rp62,6 M
Minggu, 10 Agustus 2014 | 19:06:45
Bandara Banyuwangi akan Tambah Terminal Jet Pribadi
Jumat, 8 Agustus 2014 | 22:38:59
Gawat, Jembatan Sei Wampu Terancam Runtuh
Jumat, 8 Agustus 2014 | 15:23:34
BERIKAN KOMENTAR
Top