
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Harga Residensial Kalangan Atas Jakarta Naik 14 Persen
NET
Rumah mewahJAKARTA(EKSPOSnews): Harga dari residensial "high-end" atau perumahan bagi kalangan atas di
Jakarta diperkirakan meningkat hingga sebanyak 14 persen pada sepanjang
tahun 2011 yang juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
kuat.
"Tren dan permintaan untuk apartemen yang terletak di tengah kota Jakarta terus berlanjut," kata Penasihat Teknis Senior perusahaan konsultan properti internasional, Jones Lang LaSalee, Luke Rowe, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat, 3 Februri 2012.. Menurut Luke Rowe, melonjaknya harga tanah dan sewa baik dalam sektor komersial maupun residensial akan terus berlanjut yang juga mengakibatkan meningkatnya nilai harga apartemen "high-end". Selain itu, lanjutnya, hal itu juga diperkuat dengan meningkatnya biaya konstruksi dan dinamika antara jumlah pasokan dan permintaan yang juga terasa kuat pada tahun 2011. Berdasarkan Indeks Residensial Asia Pasifik terbaru yang dikeluarkan Jones Lang LaSalle menyebutkan bahwa selain Jakarta, kota lainnya di kawasan Asia-Pasifik yang mengalami peningkatan pada kuartal empat 2011 adalah Beijing, Bangkok, dan Mumbai. Sedangkan tingkat harga tetap stabil di Singapura dan Kuala Lumpur serta mengalami penurunan pada periode yang sama di Hong Kong dan Shanghai. Sektor properti 2012 diperkirakan terus menggeliat antara lain karena proyeksi perekonomian Indonesia yang terus membaik dan tingkat suku bunga Bank Indonesia yang diprediksi akan menurun. "Pasar properti Indonesia khususnya di Jakarta diprediksikan akan terus bertumbuh secara positif," kata Kepala Riset perusahaan konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle-Procon, Anton Sitorus, dalam paparan di Jakarta, Rabu (25/1). Menurut Anton Sitorus, pertumbuhan permintaan yang terjadi di semua sektor properti sepanjang tahun 2011 diproyeksikan akan terus berlanjut pada tahun 2012. Senada dengan Anton, Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar mengatakan, pertumbuhan sektor properti di Indonesia pada 2012 diperkirakan tetap cerah dan memiliki permintaan yang tinggi seperti yang terjadi pada 2011. Menurut Artadinata, hal tersebut terindikasi dengan suku bunga yang telah turun pada 2011 ini diperkirakan akan kembali menurun pada 2012. Selain itu, katanya pertumbuhan sektor properti yang baik juga diprediksi akan terjadi karena dampak pertumbuhan perekonomian nasional yang sangat kuat. "Kelesuan dalam perekonomian global juga belum mencapai Indonesia," katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|