Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Harga Rumah di Jakarta Bakal Naik
    JAKARTA (EKSPOSnews): Harga perumahan di Jakarta diprediksikan akan meningkat 10-15 persen untuk pasar residensial menyusul turunnya suku bunga KPR.

    Demikian proyeksi perusahaan konsultasi real estate, Knight Frank,  mengenai market forecast atau perkiraan pasar tahunan untuk pasar properti seperti perumahan (residensial), perkantoran dan ritel (pusat perbelanjaan) di beberapa kota besar di Asia seperti Beijing, Shanghai, Kuala Lumpur, Seoul, Tokyo, Sydney, Singapura, dan Jakarta.

    Sementara, pasar rumah mewah masih menunjukkan angka yang stabil, meskipun lahan dan suplai bangunannya cukup terbatas. "Dengan harga rata-rata diharapkan naik 5-10 persen, lebih rendah dari tahun lalu yang naik hingga 20 persen," demikian kutipan proyeksi Knight Frank untuk tahun 2012, seperti disitat Property Report, Kamis 2 Februari 2012.

    Begitu pula dengan harga kondominium mewah juga menunjukkan stabilitas. Suplai unit kondominium yang sudah ada akan sangat terbatas, namun permintaan untuk hunian mewah ini masih akan sangat tinggi. Sementara proyek-proyek baru yang
    akan muncul hingga dua tahun ke depan hanya sedikit jumlahnya.

    Secara umum untuk Jakarta sendiri pertumbuhan residensial mewah masih tetap tumbuh meskipun pergerakannya cukup lambat. Namun, permintaan dan daya beli akan sedikit menurun baik dari investor domestik maupun asing. Ini tidak hanya
    terjadi di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar Asia lainnya.

    Sementara pasar residensial mewah di kota-kota maju lainnya seperti Beijing, Hong Kong, dan Tokyo diperkirakan akan menyusut, karena menurunnya permintaan ekspatriat akibat penghematan yang dilakukan korporat-korporat besar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi global yang belum stabil hingga saat ini.(okezone)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!