
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Warga Jambi Tolak Pendirian Mal
JAMBI (EKSPOSnews): Puluhan warga menolak rencana Pemerintah Kota Jambi akan pendirian mal dengan mengubah salah satu terminal di daerah itu.
"Jelas kami menolak, pendirian mal justru hanya akan menguntungkan segelintir orang. Sementara masyarakat jelas dirugikan karena kehilangan pekerjaan," ujar Said salah satu tokoh masyarakat di kawasan terminal Simpang Kawat, Kota Jambi, bersama puluhan warga lainnya saat menggelar aksi penolakan di Jambi, Selasa 31 Januari 2012. Menurut dia, apabila Pemkot Jambi berencana mengalihfungsikan kawasan terminal Simpang Kawat, lebih baik dijadikan kawasan perekonomian modern. "Dengan pasar modern, pedagang kecil di Jambi bisa ditampung. Ini justru lebih menguntungkan karena memberdayakan pedagang kelas menengah ke bawah," katanya. Dia menilai, Pemkot Jambi selama ini terlihat hanya mementingkan para pemodal besar tanpa memedulikan kondisi pedagang menengah ke bawah yang ada. Kondisi itu, justru akan menghambat perkembangan ekonomi daerah. Mengingat, perekonomian hanya akan dikuasai segelintir pemilik modal. "Yang jelas kami menolak akan alih fungsi terminal menjadi mal. Kami meminta Pemkot Jambi untuk meninjau kembali rencana ini," ujarnya lagi. Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kota Jambi, M. Zayadi mengatakan, DPRD Kota Jambi akan memantau perkembangan rencana pembangunan mal oleh Pemkot Jambi itu. Menurut dia, rencana tersebut tengah dibahas oleh DPRD. Dimana sikap DPRD belum bisa diketahui karena masih menunggu hasil kajian dari tim panitia kerja (Panja) DPRD. "Saya pribadi lebih cenderung memberdayakan pedagang yang ada. Salah satunya dengan mendirikan pasar modern. Sebab, pendirian mal hanya akan mengajarkan masyarakat sebagai pekerja bukan sebagai pelaku usaha," ujarnya. Tidak hanya itu, Zayadi juga menilai, pendirian mal dengan mengubah kawasan terminal Simpang Kawat justru telah melenceng dari rencana tata ruang Kota Jambi. "Kami sudah menyatakan agar Wali Kota Jambi meninjau ulang rencana tersebut. Apalagi masalah ini sudah menimbulkan polemik di masyarakat," ujarnya lagi. Sebelumnya, Wali Kota Jambi, Bambang Priyanto menegaskan akan tetap melaksanakan rencana tersebut. Menurut dia, berbagai kajian dan tinjauan atas rencana tersebut telah lama dilakukan. Dia juga beralasan, dengan mengalihfungsikan terminal Simpang Kawat menjadi mal justru akan lebih menambah pendapatan daerah. Munculnya berbagai polemik atas rencana tersebut, sedikit mengubah sikap Wali Kota Jambi, Bambang Priyanto. "Kami masih menunggu sikap dan jawaban dari DPRD. Apalagi rencana ini belum final, masih akan ada kajian lebih lanjut," ujar Bambang.(antara)
BERITA TERKAIT:
|