
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Kemenpera Bangun Rumah Murah Tahun 2012
NET
Rumah murahJAKARTA(EKSPOSnews): Kementerian Perumahan Rakyat mendapatkan jatah anggaran Rp 4,604 triliun di 2012. Anggaran ini diberikan untuk program rumah sangat murah dan penanganan pengungsi eks Timor-Timur.
Demikian terungkap dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2012 yang dikutip, Kamis 1 September 2011. Anggaran Rp 4,604 triliun di 2012 tersebut naik Rp 1,142 triliun atau 33% bila dibandingkan dengan pagu alokasi anggaran belanja Kementerian Perumahan Rakyat dalam APBN-P 2011 yang sebesar Rp 3,462 triliun. "Peningkatan alokasi anggaran tersebut berkaitan dengan pelaksanaan direktif Presiden, seperti penanganan pengungsi eks. Timor-Timur, dan program rumah sangat murah," demikian isi Nota Keuangan tersebut. Rencana alokasi anggaran belanja Kementerian Perumahan Rakyat dalam RAPBN 2012 tersebut bersumber dari rupiah murni sebesar Rp 4,424 triliun, dan pagu penggunaan BLU sebesar Rp 179,2 miliar, yang akan dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai program yaitu: Program pengembangan perumahan dan kawasan permukiman, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,117 triliun; Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian Perumahan Rakyat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 255,8 miliar Program pengembangan pembiayaan perumahan dan permukiman, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 230,7 miliar. Output yang diharapkan dari berbagai kegiatan pada berbagai program yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat di 2012 tersebut antara lain adalah: Terbangunnya 175 twin block rusunawa; Tersedianya fasilitasi dan stimulasi pembangunan baru perumahan swadaya sebanyak 26.250 unit; Tersedianya fasilitasi dan stimulasi prasarana, sarana dan utilitas kawasan perumahan dan permukiman sebanyak 190.500 unit. Berdasarkan berbagai kebijakan dan program yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Negara Perumahan Rakyat di 2012 tersebut, maka outcome yang diharapkan antara lain adalah: Meningkatnya jumlah rusunawa yang terbangun; Meningkatnya jumlah fasilitasi dan stimulasi pembangunan baru perumahan swadaya; Meningkatnya jumlah fasilitasi dan stimulasi prasarana, sarana dan utilitas kawasan perumahan dan permukiman.(dtf)
BERITA TERKAIT:
|