Rabu, 08 September 2010 |
Home  Property
Minggu, 7 Maret 2010 | 08:55:03
Menpera Targetkan Pembangunan RSh 2010 Sebanyak 400 ribu Unit

Ilustrasi
SOLO (EKSPOSnews): Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa menargetkan pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) sebanyak 400 ribu unit pada 2010.

"Kami mengharapkan minimal bisa membangun 400 ribu unit pada tahun ini," kata Menpera di sela-sela acara Temu Wicara bersama Wali Kota Surakarta dengan Real Estate Indonesia (REI) dalam rangka HUT Ke-38 REI, di Balaikota Surakarta, Sabtu (6/3).

Menpera mengatakan, hal tersebut tergantung ketersediaan dana dalam rangka kredit pemilikan rumah (KPR) bunga murah yang disediakan fasilitas likuiditas.

Menurut Menpera, sebanyak 400 ribu unit tersebut akan dibangun dalam bentuk rumah susun hak milik (Rusunami) dan rumah tapak (landed house).

"Program pemerintah dalam lima tahun ke depan menargetkan dapat membangun sebanyak dua juta unit baik rusunami maupun rumah tapak," katanya.

Jumlah tersebut, kata Menpera, tidak semuanya dalam rumah tapak, tetapi juga RSH dan rusunami. Rusunami itu nanti mungkin sekitar 80 ribu unit dalam lima tahun ke depan.

"Hal ini terkait dengan fasilitas likuiditas yang kami berikan kepada konsumen atau pembeli," katanya.

Menurut Menpera, hal tersebut supaya pembeli atau konsumen tidak dibebani suku bunga yang tinggi, karena sudah tidak ada bantuan atau subsidi uang muka, karena hal itu sudah digabung pada suku bunga yang murah.

Pada metode lama, kata Menpera, suku bunga yang murah diberikan cuma empat tahun, setelah itu sisanya selama 16 tahun diserahkan ke suku bunga pasar.

Namun, pemerintah akan segera mengubah kebijakan tersebut, yakni selama 20 tahun masa cicilan pakai suku bunga murah.

"Metode lama, misalnya, untuk rumah tapak seharga Rp55 juta per unit. Mereka bayar Rp420 ribu selama empat tahun, setelah pada tahun kelima mereka bayar Rp590 ribu," katanya.

Menurut dia, dengan metode baru, misal selama 20 tahun masa cicilan pakai suku bunga murah, maka konsumen membayar sebanyak Rp420 ribu selama 20 tahun.

"Nanti, uang mukanya bisa kita lihat berapa. Kalau uang mukanya lebih besar bisa cicilannya lebih murah lagi," katanya.

Menyinggung rencana pembangunan rusunami di Kota Surakarta, kata Menpera, hal itu tergantung kebutuhan yang ada di kota Surakarta.

"Kita akan bangun untuk para pekerja di Surakarta, apakah itu atas permintaan daerah untuk kepentingan para pekerja atau juga dari tanah itu disediakan para industralis sehingga para pekerja tidak jauh dari tempat kerja," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum REI Teguh F. Satria mengatakan rusunami tersebut konsumennya sangat besar sehingga pengembang yang sudah menyampaikan rencana membangun itu ada 250 menara di Jakarta menyangkut 98 ribu unit.

Menurut dia, pengembang banyak terhambat adanya kendala terkait masalah perizinan yang mengakses subsidi dan masalah standar harga pemerintah.

"Rusunami itu sesuatu yang baru dengan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh pemohon. Pemohon itu penghasilannya harus dilegalisasi oleh pajak, karena gajinya tidak boleh lebih dari Rp4,5 juta. Jika untuk mendapat subsidi gajinya harus kurang dari itu, kantor pajak tidak mau," katanya.

Selain itu, rusunami yang dibangun sekarang banyak dialihkan menjadi rumah susun sederhana yang dijual di atas harga standar yang ditetap oleh pemerintah Rp144 juta. Harga standart itu tidak bisa dipenuhi lagi, sehingga dijual dengan harga di atas itu tanpa subsidi.

Akibat kenaikan harga RSH dan rusunami tersebut, kata dia, Menpera mempunyai rencana merubah pola subsidi selisih bunga menjadi akan dibentuk fasilitas dalam bentuk likuiditas. Tujuannya akan langsung ke konsumen. (ant)


Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: