• Home
  • Ragam
  • Warga Menolak Pembayaran Kompensasi Outer Ring Road Sesuai NJOP

Warga Menolak Pembayaran Kompensasi Outer Ring Road Sesuai NJOP

Minggu, 29 November 2009 | 18:39:43
Jansen
Outer ringroad Pematangsiantar masih bermasalah ganti ruginya
PEMATANGSIANTAR(EKSPOSnews): Pembayaran kompensasi atau ganti rugi proyek Outer Ring Road (jalan lingkar luar) yang anggarannya ditampung di APBD tahun 2008 belum rampung sampai akhir Desember 2009.

Tersendatnya pembayaran kompensasi proyek sepanjang 12 kilometer  ini, karena warga menilai jumlah dana kompensasi sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tidak sebanding dengan harga tanah sebelumnya.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Pematangsiantar, Rudi Dipo Silalahi, Minggu (29/11) mengungkapkan  saat pertemuan antara warga dengan pemko, Kamis pekan lalu tidak ada hasil kesimpulan yang dicapai. “Mengenai NJOP tersebut sudah sesuai dengan kerja dari tim penilai penafsir harga. Mana mungkin kita berani membayar di luar ketentuan sesuai NJOP, atau ketentuan yang ada,” ujarnya.

Dikatakannya, pertemuan yang digelar sebelumnya untuk mencari solusi mengenai pembayaran dana atas proyek yang dikerjakan sekitar tahun 2007 lalu. Rudi juga menegaskan, pihaknya tidak mungkin menyengsarakan masyarakat, karena kompensasi yang diberikan bukan untuk kegiatan komersil, melainkan kepentingan umum.

Diakuinya, hingga saat ini sudah ratusan warga yang menerima sesuai dengan NJOP, bahkan ada di bawah jumlah tersebut, seperti di Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba. Mengenai pembayaran kompensasi anggaran tahun 2008 ini, dia mengatakan pihaknya hanya meneruskan program tahun lalu.

Untuk dana kompensasi ini diposkan di Bagian Tapem. Rudi juga menegaskan tidak ada hal-hal lain yang menyebabkan pembayaran belum selesai dilakukan. Terkecuali sebagian warga, khususnya di di Kelurahan Naga Huta dan Marimbun ( 20 kepala keluarga) di Kecamatan Siantar Marimbun tidak bersedia menerimanya.

“Hingga saat ini pemko berupaya untuk mencari solusinya, termasuk melakukan pendekatan pada warga agar dapat memahaminya,” sebut mantan Camat Siantar Timur tersebut.

Dia juga menambahkan, menyangkut pembayaran ini sudah beberapa kali dilakukan pertemuan antara warga dengan masing-masing Lurah, termasuk menjelaskan nilai ganti rugi sesuai NJOP.

Ssalah seorang warga yang tanahnya ikut dalam proyek tersebut, M Siahaan mengatakan belum ada menerima ganti rugi, karena nilainya tidak sesuai.“Kalau jumlah yang ditawarkan seperti itu, kami menolaknya karena nilainya tidak sesuai saat tanah itu dibelisebelumnya. Jika Rp200 ribu permeter itu harga yang sesuai, harusnya pemko transparan mengenai jumlah ganti rugi,” ujarnya.

Menurutnya, selain itu tidak ada kejelasan berapa jumlah dana yang diterima warga untuk ganti rugi tanah, karena saat sosialisasi dilakukan beberapa kali, permeternya Rp10 ribu. Namun, ada warga yang mengatakan dibayar Rp 48 ribu per meternya.

Untuk pelaksanaan proyek  yang dikerjakan dari mulai Kecamatan Siantar Martoba sampai Kecamatan Siantar Marimbun ini sudah dikucurkan dana pengerjaan dan kompensasi ganti rugi bagi warga sekitar R 9, 4 miliar melalui APBD 2006-2008.(jansen)

BERITA LAINNYA
Air Limbah Tambang Martabe Selalu Diuji
Selasa, 16 Juni 2015 | 14:42:25
Panasonic Award Semakin Tak Bergengsi
Minggu, 31 Mei 2015 | 19:55:51
Pemuda Tapanuli Siap Magang ke Jepang
Sabtu, 16 Mei 2015 | 06:04:15
Banda Aceh Miliki Ruang Terbuka Hijau
Selasa, 12 Mei 2015 | 04:56:40
Aceh Barat Pacu Pengembangan Batu Akik
Kamis, 7 Mei 2015 | 12:45:07
Batu Akik Aceh Diserbu Para Penggemar di Jambi
Sabtu, 18 April 2015 | 06:17:17
Komandan Korem Hadiri Pameran Batu Akik di Madiun
Jumat, 17 April 2015 | 19:00:14
BERIKAN KOMENTAR
Top