• Home
  • Ragam
  • Desa Serempah, Aceh Tengah Tinggal Kenangan

Desa Serempah, Aceh Tengah Tinggal Kenangan

Selasa, 9 Juli 2013 | 06:24:19
BENER MERIAH (EKSPOSnews): Desa Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kini mendadak terkenal, karena semua masyarakat kini tertuju ke daerah yang kini hancur dihantam gempa berkekuatan 6,2 skala Richter, Selasa (2/7).

Sebenarnya musibah gempa yang terjadi pada pukul 14.37 WIB itu tidak hanya meluluhlantakkan Desa Serempah, tapi juga daerah lainnya di Kabupaten Aceh Tengah dan bener Meriah.

Namun, yang menimpa Desa Serempah berbeda dengan desa-desa lainnya, sehingga daerah yang berjarak 27 Km dari jalan negara Simpang Balek, Kabupaten Bener Meriah, kini menjadi perhatian masyarakat dan media.

Musibah tersebut tidak saja menghancurkan rumah penduduk, tapi juga membuat desa tersebut terbelah menjadi dua, dan sebagiannya longsor hingga ke dalaman 100 meter, sehingga menimbulkan kawah yang luas.

Bagian yang longsor tersebut ternyata terdapat 11 rumah penduduk dan satu banguan poliklinik desa, sehingga bangunan tersebut jatuh bersama tanah longsor, termasuk 11 orang menjadi korban.

Salah seorang saksi mata, Muhammad (50) menceritakan, pada saat gempa ia melihat dari kejauhan tanah di desanya terbelah dan sebagian longsor ke jurang, sehingga menimbulkan suara gemuruh yang dahsyat diikuti kepulan debu.

Melihat peristiwa tersebut, lanjut MUhammad, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan panik, bahkan dirinya tidak tahu mau menyelamat diri kemana, karena di depannya ia melihat tanah longsor, sedangkan di samping ada gunung yang juga longsor.

"Jadi, pada saat itu, saya hanya berdiri terpaku dan pasrah, sampai goncangan gempa berhenti," katanya.

Setelah kejadian, baru ia sadar, karena warga Desa Serempah mulai panik untuk menyelamatkan diri.

Rumah yang jatuh itu milik Kepala Desa Arman Irham, Sekeratris Desa Selamat, Kepala Sekolah SD 10 Jafar, Karya, Maniko, Aman Dahlan, Aman Maulida, Aman Kurnia, Aman Bereh, dan Inen Bunge.

Sementara yang menjadi korban bersamaan dengan rumah longsor tersebut sebanyak 11 orang, dan lima di antaranya sudah ditemukan yakni Sahara (7), Lilisnawati (7), Nawani (30), Rahmad Diko (16 bulan), dan Abdul Karim.

Sedangkan enam korban yang belum diketemukan adalah Berkat, Khairul, Jali, Ali Hasymi, Nikmat, Sabri.

Tinggal kenangan Desa yang indah dan sejuk tersebut kini bakal menjadi tinggal kenangan, karena warganya sudah sepakat tidak ingin kembali lagi, karena khawatir akan terjadi longsor lagi bila terjadi gempa.

Anwar, salah seorang warga menyatakan, warga di Serempah ini sudah sangat trauma sejak terjadinya gempa, sehingga mereka tidak mau kembali ke desanya.

"Jangankan tetap tinggal, untuk melihat desanya saja mereka sudah tidak berani lagi, apalagi sebagian lahan yang longsor bersama rumah-rumah warga," katanya.

Anwar yang didampingi Bukhari menyatakan, kalau hanya sekedar rumah roboh, mungkin warga tidak begitu trauma, tapi yang menjadi ketakutan mereka adalah adanya sebagian tanah desa yang longsor, hingga jatuh ke jurang.

Selain itu, struktur tanah di desa ini juga sudah tidak aman lagi, karena setelah gempa banyak lahan yang sudah terbelah, katanya.

"Jadi, kalau warga desa yang melihat bekas longsoran tersebut langsung menangis," kata Anwar, yang rumahnya juga rusak parah.

Anwar yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honor Tata Usaha di SDN 10 Ketol di Desa Serempah mengatakan, di desanya kini terdapat 75 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa, dan semuanya kini telah mengungsi.

"Kami sendiri sebenarnya takut datang ke desa ini, tapi karena di sini ada pos TNI dan Polri, maka pada pagi sampai siang kami selalu kemari untuk melihat rumah dan ternak ayam, kambing, dan kerbau yang masih ada," ujarnya.

Sementara itu, tim relawan dari TNI, Polri, Sentra Komunikasi Mitra Polri dan SAR, juga terus melakukan pencarian korban yang masih tertimbun tanah.

Bupati Aceh Tengah Nasaruddin menilai titik terparah dampak gempa di Desa Serempah sudah tidak lagi layak untuk menjadi tempat tinggal penduduk, karena kerusakan yang dialami pascagempa.

Saat meninjau sejumlah titik kerusakan di Kecamatan Ketol bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah, ia menyatakan, penduduk di Desa Serempah akan direlokasi, karena kondisi desa yang telah porak poranda.

Hal itu juga dikatakan Camat Ketol M Saleh, yang menyatakan, Desa Serempah adalah kawasan terparah mengalami kerusakan setelah diguncang gempa.

"Kita berharap pemerintah akan menyediakan lahan bagi warga Serempah, sehingga mereka bisa menjalani hidup baru yang lebih baik," katanya.(ant)

BERITA LAINNYA
Apple iWatch Kemungkinan Akan Dijual Rp4 Jutaan
Senin, 1 September 2014 | 07:07:01
Kemkominfo Gelar Pameran dan Seminar Anti Narkoba
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 15:42:50
IIMS 2014 akan Pamerkan Produk Karya Anak Bangsa
Jumat, 29 Agustus 2014 | 14:53:33
Aceh Penghasil Ganja Terbesar di Asia Tenggara
Jumat, 29 Agustus 2014 | 04:37:27
Update KitKat 4.4.3 Bergulir di HTC One M8
Kamis, 28 Agustus 2014 | 16:50:02
Kawasaki Versys 2015 Alami Penyegaran
Kamis, 28 Agustus 2014 | 07:56:01
16 PNS di Minahasa Utara Dipecat Terkait Skandal Seks
Kamis, 28 Agustus 2014 | 06:49:01
Pesawat F-15 AS Jatuh di Virginia
Kamis, 28 Agustus 2014 | 03:10:34
Malaysia Punya Kain Songket Mirip Indonesia
Selasa, 26 Agustus 2014 | 19:35:55
Lebanon Hantam Israel Utara dengan Roket
Selasa, 26 Agustus 2014 | 08:00:45
Pengguna Aktif WhatsApp Capai 600 Juta per Bulan
Senin, 25 Agustus 2014 | 17:13:44
BERIKAN KOMENTAR
Top