Jum'at, 18 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Home  / Ragam
    Gubernur Aceh Lantik Orang yang Pernah Masuk DPO
    Rabu, 20 Februari 2013 | 03:05:30
    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Setelah terungkap beberapa kejanggalan dibalik pelantikan pejabat eselon II, III dan IV, Gubernur Aceh Zaini Abdullah kembali merombak kabinetnya. Perombakan kabinet kali ini kembali menuai kontroversi. 
     
    Pasalnya, ada seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial S, yang pernah tersandung kasus penipuan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ikut dipromosikan menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.
     
    "Ini merupakan kali ketiga selama masa pemerintahan baru Aceh setiap pejabat yang dilantik selalu memiliki latar belakang yang tidak baik dan sangat memalukan," kata Kordinator Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh, Askhalani, di Banda Aceh, Selasa 19 Februari 2013.
     
    S dilantik bersama 25 pejabat eselon II dan III di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Senin, 18 Februaru sore kemarin. Perombakan kabinet kali ini tak terlepas dari ditemukannya beberapa kejanggalan dalam pelantikan pejabat sebelumnya pada 5 Februari lalu.
     
    S dipromosikan sebagai pemimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang mulai tahun ini kembali berdiri sendiri, setelah dipisah dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM.
     
    Askhalani menyebutkan berdasarkan penelusuran pihaknya, S merupakan sosok yang tak layak diberi jabatan strategis di pemerintahan karena dia pernah tersangkut kasus hukum. "Ada dua persoalan yang dapat dibuktikan bahwa pejabat tersebut tidak layak untuk dipromosikan menduduki jabatan yang diemban," ujar dia.
     
    Menurutnya, S yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan senilai Rp270 juta oleh Polres Lhokseumawe. Penetapan ini atas laporan perdata seorang hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Tapaktuan, Aceh Selatan yang merasa dirugikan oleh S. Keberadaan S saat itu tak diketahui, sehingga dia dimasukkan dalam DPO sejak 27 Agustus 2011.
     
    Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Supriadi membenarkannya. Namun, dia mengatakan, kasus ini sudah diselesaikan secara damai antara S dengan pelapor. Bahkan, pelapor sendiri sudah mencabut laporannya. "Sudah lama kami menghentikan penyelidakannya," ujarnya saat dihubungi wartawan.
     
    Selain itu, Gerak Aceh menyebutkan, S yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nagan Raya, juga pernah tersandung kasus dugaan korupsi dalam pengadaan bibit sawit unggul sebanyak 214.600 batang yang dikontrakkan kepada CV Foresta Letasir dengan total anggaran Rp5,9 miliar.
     
    "Hasil temuan ini merupakan temuan resmi dari Tim Anti Korupsi Pemerintah Aceh, diduga yang bersangkutan bersama dengan pihak lain ikut serta bersama-sama dalam pengadaan tersebut, hal ini sesuai dengan fakta hasil temuan dan audit dari inspektorat Aceh tahun 2008," sebut Askhalani.
     
    Dia meminta Gubernur Aceh segera mencari pengganti S, karena dengan latar belakangnya yang terlibat kasus hukum, dia dinilai tak layak menjabat kepada dinas.
     
    Pada pelantikan kemarin, Gubernur Aceh Zaini Abdullah juga mengganti pejabat berinisial MU yang pada 5 Februari lalu dipromosikan sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia pada Badan Pendidikan dan Pemberdayaan Dayah Aceh. Sosok yang pernah ditangkap karena diduga terlibat mesum, diganti oleh Nurbaiti. Pencopotan MU sendiri tak terlepas dari protes warga.
     
    Selain itu, pada jabatan Kasubbag Evaluasi Produk Hukum Kabupaten/Kota Biro Hukum Setda Aceh yang sebelumnya dipromosikan kepada PNS yang sudah meninggal dunia yakni Rahmat Hidayat, kini diganti Maibi Ardiansyah Putra.(okezone)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!