• Home
  • Ragam
  • Tsunami Aceh, Contoh Kiamat Kecil Hancurkan Bumi

Tsunami Aceh, Contoh Kiamat Kecil Hancurkan Bumi

Minggu, 2 Desember 2012 | 18:30:58
JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam pandangan suatu agama, ilmuwan, dan beberapa suku yang ada di dunia, kiamat benar adanya dan akan datang pada satu waktu. Tapi tak sedikit pula yang menyadari tragedi kiamat ini hanya sebuah mitos.

Meski belum ada yang bisa memprediksi kapan datangnya dan seperti apa kiamat itu, tapi ada sebagian orang pintar dibantu kecanggihan teknologi digital dan animasi mampu mengimplementasikan itu dalam bentuk film.

Sebut saja film seperti Deep Impact, Armageddon, The Day After Tomorrow, The Divide dan Kiamat 2012-12-02. Tapi sekali lagi, sampai detik ini kisah kiamat yang difilmkan itu belum terjadi.

Film-film itu berupaya menggambarkan betapa dahsyatnya hari kiamat. Di film jenis scientific fiction (fiksi keilmuwan) itu manusia dengan segala daya upaya tidak akan sanggup melawan maupun mencegah fenomena alam itu.

Film yang rata-rata diproduksi oleh produser asal Amerika itu digambarkan tragedi kiaman terjadi akibat ulah dan tingkah polah manusia terhadap alam yang tidak bersahabat sehingga mengakibatkan alam murka.

Seperti dalam film Deep Impact yang diproduksi tahun 1998, beberapa astronomi remaja yang meneliti fenomena luar angkasa, jatuhnya komet dianggap sebagai tanda datangnya kiamat.

Bahkan untuk mencegah kiamat itu terjadi, Amerika bersama Rusia mengirim astronot dan pesawat pembawa senjata nuklir yang disebut Space Atlantis untuk menghancurkan komet dengan nuklir. Sayang usaha itu tidak membuahkan hasil. Usaha lainnya untuk menghancurkan komet dengan membangun Mesias di orbit kembali tidak membuahkan hasil. 

Presiden Beck selaku pimpinan Amerika dalam film yang disutradarai Mimi Leader mengakui tim Mesias gagal menghancurkan komet. Ancaman kiamat di bumi pun akan datang dengan ditandai telah tewasnya beberapa awak Mesias.

Akhirnya, sang presiden mengumumkan ke rakyat untuk mengungsi di gua Missouri yang merupakan tempat pengungsian akhir. Hingga akhirnya, darurat militerpun juga diberlakukan. Bahkan dengan cara menembakan senjata rudal ke arah kometpun juga sia-sia.

Gambaran kiamat lainnya coba disajikan dalam film The Day After Tomorrow. Jika saat ini, sedang gencar digalakan kampanye pencegahan global warming (pemanasan bumi), di film hasil produksi Century Fox tahun 2004 ini menyatakan sebaliknya. Kiamat datang saat pemanasan global mencapai pada satu titik tertentu serta berubah mencapai titik baliknya. Titik itu adalah titik pendinginan global atau yang disebut dengan Global Cooling.

Pembalikan digambarkan terjadi begitu cepat. Jika diandai-andaikan maka setelah besok hari (the day after tomorrow) seluruh bumi diselimuti oleh salju. Salju ini terbentuk setelah gelombang tinggi pasang air laut yang memasuki daratan. Pemandangan laut kutub utara yang dengan bongkahan es yang tersebar. Bongkahan kecil dan besar yang membentuk daratan es hingga akhirnya 'menguasai' dan membunuh seluruh manusia di permukaan bumi.

Badai yang tidak pernah diprediksikan oleh badan meteorologi terjadi sangat besar dan bergerak cepat serta membentuk tornado yang juga besar. Menghancurkan segala benda yang dilewatinya. Los Angeles, bahkan beberapa negara di Asia dan Eropa juga ikut lumpuh dan luluh lantak. Saat tsunami terjadi akibat pendinginan global di New York, adegan sebuah kapal tanker besar memasuki kota karena airnya laut yang tinggi terjadi.

Proses ini mirip dengan kejadian tsunami sebenarnya di Aceh. Hingga menyebabkan kapal pembangkit listrik masuk ke daratan sejauh 3 kilometer. Kemudian kapal berukuran super besar iitu dijadikan sebagai tugu peringatan tsunami Aceh di Indonesia.

Pada akhir film, digambarkan setengah bumi dari utara sampai ke dekat garis ekuator telah tertutup salju sebagai gambaran bahwa kiamat telah terjadi. Inilah gambaran dampak drastis pemanasan global, bahwa ujungnya adalah pendinginan global (Global Cooling) yang membuat kita kembali ke Zaman Es (Ice Age).

Tidak beda jauh dengan film Deep Impact, film Armageddon yang dibintangi oleh artis gaek Burce Wilis ini menceritakan kedatangan kiamat yang akibat hujan meteor. Ceritanya berawal sebuah stasiun angkasa luar di orbit bumi yang sedang dalam misi perbaikan dengan pesawat ulang alik, ketika hujan meteor yang tidak terduga menghantamnya hingga hancur lebur.

Batu-batu meteor yang berukuran kecil ternyata juga mampu membuat lubang berukuran besar di permukaan bumi. Hujan meteor itu merupakan fenomena awal dari asteroid yang berukuran sebesar Texas. Seorang astonomer amatir yang pertama kali menemukannya, memberitahukan NASA, bahwa asteroid itu menuju ke bumi dalam waktu 18 hari mendatang.

Setelah menganalisis penemuan astronomer tersebut, pihak NASA yang dipimpin Dan Truman yang diperankan Billy Bob Thornton mendapatkan kesimpulan mengerikan. Sebab, asteroid itu dapat mengulangi bencana kiamat seperti yang pernah terjadi sekitar 65 juta tahun lampau. Kiamat itu telah memusnahkan spesies yang pernah menguasai bumi, yakni dinosaurus.

Akhirnya Dan Truman pun memberitahu Presiden Amerika Serikat bahwa bencana hantaman asteroid terhadap bumi akan membuat kiamat yang menghancurkan segala kehidupan di permukaan bumi. Usai mendapat masukan cara mencegah asteroid menghantam bumi, diputuskan bahwa penanaman bom nuklir dengan cara pemboran di asteroid dianggap paling besar kemungkinan akan berhasil.

Masalahnya, tidak satupun para astronot profesional yang dimiliki Amerika maupun negara lain yang memiliki kemampuan itu. Akhirnya pihak NASA menoleh pada kemungkinan lain, yakni sebuah kelompok pembor minyak yang dapat melakukannya.

Bermodal reputasi tinggi kelompok pembor minyak yang dipimpin Harry Stemper diperankan Bruce, dilatih menjadi astronot. Mereka pun melakukan misinya dan berhasil sehingga kiamat dalam film Armageddon dinyatakan pernah terjadi ratusan tahun yang lalu tidak berulang kembali.

Dari sekian film yang bertemakan tentang kiamat, film Kiamat 2012-12-02 yang disutradarai Roland Emmerich inilah yang paling menghebohkan dunia. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir khalayak ramai membicarakan ramalan Suku atau Bangsa Maya bahwa dunia akan berakhir di penanggalan kuno mereka, yakni 21 Desember 2012.

Dalam film bercerita, dari penelitian ilmuwan di India, Dr Satnam Tsurutani yang diperankan Jimi Mistry menemukan bahwa inti bumi terus memanas. Satnam mengundang sahabatnya sekaligus ilmuwan Amerika, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), untuk datang melihat penelitian tersebut. Adrian terkejut karena peningkatan derajat panasnya pun terus naik dengan cepat. Adrian buru-buru kembali ke Amerika untuk bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.

Dalam pertemuan G8 kondisi ini menjadi perhatian. Presiden Amerika Thomas Wilson yang diperankan Danny Glover, menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.

Memasuki 2012, pemerintah sibuk melakukan persiapan penyelamatan manusia dari musibah yang dipercaya sebagai kiamat. Salah satu tanda kiamat datang, penulis buku Jackson Curtis (John Cusack) datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah dan Lily, yang sedang berkemah.

Setibanya di lokasi perkemahan Yellowstone, Jackson ingin menunjukkan danau tempat keluarga ini dulu sering berkemah ketika belum bercerai. Di danau terpampang larangan memasuki area. Jackson dan dua anaknya nekat menerobos masuk dan rupanya danau itu lenyap karena proses pemanasan bumi.

Jackson pun diberi bocoran oleh Charlie, ada sebuah peta berisi pesawat yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran bumi. Jackson mulai mempercayai omongan Charlie tentang kiamat ketika dia menyaksikan jalan yang dipijaknya di bandara terbelah karena gempa. Jackson lalu menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya.

Jackson kemudian tancap gas sambil mengemudikan limosin-nya menuju rumah Kate di Pasadena, California, meski nyaris terlambat. Rumah Kate yang dihuni bersama anak mereka dan pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), nyaris hancur karena gempa. Jackson berusaha menghindari jalanan yang amblas akibat gempa. Bangunan semua hancur, rontok berkeping-keping. Jalan layang roboh dan amblas ditelan bumi.

Jackson, Kate, Noah, Lily, dan Gordon berhasil mencapai bandara. Namun, pilot itu tewas karena gempa. Gordon yang baru belajar mengemudikan pesawat kecil, dipaksa menjadi pilot dadakan. Pesawat hampir jatuh ke dalam perut bumi karena landasan pacu terbelah. Tetapi mereka selamat. Dari dalam pesawat, mereka melihat daratan merangsek masuk ke dalam laut seperti piring makanan yang dicelupkan ke dalam bak air.

Tak hanya Jackson, seorang dokter bernama Adrian terkejut dengan derajat panas bumi yang terus naik. Kiamat yang diduga masih jauh, ternyata tinggal beberapa hari. Upaya penyelamatan mulai dilakukan pemerintah.

Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi. Thomas memutuskan tidak ikut naik pesawat menuju China, tempat disediakannya 'Bahtera Besi' yang dapat menyelamatkan manusia. Thomas bersama stafnya masih sempat mengunjungi korban gempa yang dirawat di area terbuka.

Saat itulah gempa berkekuatan besar kembali mengguncang. Setelah gempa reda, apa yang dilihat Thomas sungguh mengerikan. Di kejauhan ombak laut terlihat bergulung-gulung ribuan meter tingginya. Kapal perang Amerika, John F Kennedy, yang luar biasa besar seolah dimuntahkan dari laut dan jatuh menimpa Thomas dan korban lainnya.

Gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya kiamat tak berhenti sampai di situ. Adrian yang ada di pesawat evakuasi menuju China menyaksikan dari layar pemantau, gempa besar hingga 9 Skala Richter lebih terjadi di seluruh belahan bumi.

Disusul dengan terjangan tsunami di mana-mana. Bumi akhirnya hancur total, lempeng Pasifik runtuh. Kutub Selatan bergeser ribuan mil, Pegunungan Himalaya tak lagi jadi puncak tertinggi dunia. Posisinya digantikan Cape of Good Hope di Afrika. Singkat cerita, Adrian dan staf kepresidenan tiba di China untuk naik ke kapal besar yang disebut 'Bahtera Besi'. Jackson dan keluarganya berhasil mencapai tujuan. Mereka masuk ke pesawat sebagai penumpang gelap dengan dibantu sebuah keluarga China yang baik hati.

Proses penyusupan mereka kurang lancar. Gordon tewas karena mendadak pintu gerbang kapal membuka. Ketika hendak tertutup lagi, pintunya macet gara-gara ada kabel yang menghalangi. Adrenalin penonton kembali dipacu. Kapal tidak akan bisa jalan jika pintu belum menutup sempurna. Sementara kru kapal berupaya mencari penyebab macetnya pintu, China dilanda tsunami maha dahsyat yang menenggelamkan semua yang ada di daratan. Kapal itu terombang-ambing arus dan akan bertabrakan dengan gunung es.

Di sini, Jackson beraksi sebagai sang pahlawan. Dibantu anaknya yang masih kecil, Noah, Jackson turun ke bagian bawah kapal yang telah terendam air. Dia akhirnya berhasil memutus kabel yang menghambat pintu kapal. (mc)



BERITA LAINNYA
18 PNS DKI Dipecat
Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:51:26
Pencak Silat Diperkenalkan di Spanyol
Rabu, 22 Oktober 2014 | 03:55:58
Isu Lenovo Akuisisi BlackBerry Mencuat (Lagi)
Selasa, 21 Oktober 2014 | 15:16:46
Beli iPhone 6, Gratis Permak Celana
Selasa, 21 Oktober 2014 | 15:14:30
Fakta, Serba 7 di Pelantikan Jokowi
Selasa, 21 Oktober 2014 | 04:46:23
Smart Watch Microsoft Siap Tandingi Moto 360
Selasa, 21 Oktober 2014 | 04:40:47
Begini Cara Mendeteksi Batu Akik Palsu
Senin, 20 Oktober 2014 | 18:39:09
Konvoi Xenia Pecahkan Rekor MURI
Minggu, 19 Oktober 2014 | 17:12:55
Situs Twitpic Tutup 25 Oktober
Jumat, 17 Oktober 2014 | 17:27:32
BERIKAN KOMENTAR
Top