- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Siswa SD di Siantar Terjaring Razia Kasih Sayang
Evendi
Salah seorang siswa SD yang terjaring bersama siswa lain karena bolos dari sekolahPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Kondisi dunia pendidikan di Kota
Pematangsiantar saat ini cukup memprihatinkan, khususnya para anak
didik.
Ini terbukti seringnya siswa /i yang bolos saat proses jam belajar mengajar berlangsung di sekolah. Ironisnya meski Patroli Kasih Sayang Dinas Pendidikan (Disdik) Pematangsiantar berulang kali melakukan razia, justru tak membuat jumlah siswa yang bolos menurun. Kali ini sebanyak 48 siswa terjaring dalam operasi kasih sayang yang digelar Polres Pematangsiantar, Selasa 21 Februari 2012. Uniknya, salah satunya siswa Sekolah Dasar (SD) yang masih duduk di bangku kelas IV. Tim Polres Pematangsiantar yang terdiri dari 30 personil dibagi menjadi dua tim memulai operasi sekira pukul 08.30 WIB. Tim pertama berhasil menjaring 36 siswa, terdiri dar 25 siswa SLTA dan 11 siswa SLTP yang keseluruhannya laki-laki. Sementara tim kedua berhasil menjaring 8 siswa SLTA terdiri dari 7 siswa laki- laki dan 1 perempuan. Selanjutnya, terjaring 4 siswa lagi terdiri dari siswa 3 siswa SMP laki laki dan 1 siswa SD. Dengan menggunakan mobil pengendalian massa (Dalmas), seluruh siswa dibawa ke Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman untuk diberikan pembinaan. Sementara itu siswa SD berinisial RM (10), mengaku membolos karena tak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) matematika. Siswa salah satu SD Negeri di Naga Huta, beralasan karena takut sama gurunya bernama Siti. "Kalau tidak mengerjakan PR, bu Siti mau menampar,"katanya dan mengaku setelah berangkat dari rumah sekira pukul 6.30 WIB, angsung masin point blank di warnet. Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Pematangsiantar, AKP T Sitepu mengatakan, operasi kasih sayang ini merupakan kegiatan rutin untuk menekan jumlah siswa yang bolos. Pihaknya menjaring para siswa dari berbagai tempat diantaranya Jalan Cipto, Jalan Sutomo, Pasar Horas, Jalan Merdeka, dan Jalan Asahan. Rata rata siswa dijaring dari warnet dan lokasi billyard. Namun, yang paling banyak ditemukan di Pasar Horas. Sebelum dipulangkan, para siswa terlebih dahulu dibina dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, para pelajar juga diminta menghadirkan orangtua masing-masing. "Operasi kasih sayang ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik), dan akan terus dilakukan sampai kota Pematangsiantar bersih dari siswa bolos," ujarnya. Menurutnya, para pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Sehingga pihaknya tidak mental dan prilaku siswa rusak karena membolos. (en)
BERITA TERKAIT:
|