Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Selasa, 22 Mei 2012
Follow: 
Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Home  / Ragam
Proyek Irigasi 5,5 M di Simalungun Asal Jadi
SIMALUNGUN. (EKSPOSnews) : Proyek irigasi bernilai Rp 5,5 miliar di Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, dibangun asal jadi. Kondisi ini mengakibatkan 13,7 hektar lahan kolam ikan milik warga mengalami kekeringan.

Salah seorang petani, Abdaluddin (45) mengaku, sudah empat bulan lebih petani kolam di Nagori Marihat Bukit tidak pernah beraktifitas. Sehingga ratusan petani kolam ikan terancam gulung tikar.

Menurutnya, sejak pembuatan irigasi baru sepanjang 1,2 kilometer dimulai 15 Oktober 2011 lalu, kolam sudah langsung kering. Abdaluddin menuturkan, rekanan yang mengerjakan proyek itu, PT Guna Karya  Perkasa, Bandung, pengerjaannya hanya mengganggu petani selama selama tiga bulan.

“Namun kenyataannya bangunan irigasi yang sudah siap dikerjakan 31 Desember 2011, justru membuat petani tidak bisa mendapatkan air,” ujarnya, Minggu 19 Februari 2012.

Dia juga menuturkan, petani dan masyarakat tidak menolak adanya pembangunan tersebut. Hanya saja, pembangunan yang dibuat pemerintah itu harusnya tidak merugikan masyarakat.

“Bangunan irigasi itu sama sekali tidak ada manfaatnya kepada petani, malah merugikan. Sejak bangunan irigasi ituada,  saluran air masuk ke kolam dan persawahan tertutup. Sedangkan air dari irigasi yang baru dibanguntidak mampu mengaliri air ke kolam dan persawahan, karena letaknnya lebih rendah,” paparnya didampingi petani lain, diantaranya, Abdalunddin, Hariadi, Dodi Damanik, Alam, Rahman, Sumiar, Samin, Ipong, Miin, Otot, Liman, Santoso dan Darma, Sarman Sinaga.

Menurut  mereka, tak satu pun kolam petani yang mendapat aliran air dari bangunan irigasi baru tersebut. Akibatnya tidak ada lagi sumber mata pencairan masyarakat, sementara banyak kredit bank yang menunggak. Dampak lainnya, kebutuhan bahan sembako tidak berkecukupan.

Pihaknya berharap pemerintah memperhatikan nasib petani di Marihat Bukit. Karena Lahan kering yang kini sudah menjadi ‘hutan’ rumput. Masyarakat juga bermohon agar diizinkan mengizinkan memasang riol sebesar 4 inci di bangunan irigasi baru tersebut. (en)

Share |
BERITA TERKAIT:
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb