- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Orangtua Siswa Patungan Rehab Ruang Kelas Sekolah di Rantau Utara
LABUHANBATU (EKSPOSnews): Disinyalir akibat kurangnya perhatian Pemkab
Labuhanbatu, ratusan wali murid SD Negeri nomor 117470 Kampung Sawah,
Lingkungan Terminal, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara
terpaksa gotongroyong mendanai merehabilitasi sejumlah Ruang Kelas
Belajar (RKB) yang ada, bahkan menambah ruangan yang selama ini
dijadikan rumah guru setempat.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, setiap wali murid membayar Rp120 ribu guna pembangunan RKB baru. Melalui rapat komite dengan wali murid, disepakati siswa yang sekolah disore hari akibat ketiadaan gedung akan kembali belajar dipagi hari. “Kita tidak ingin proses belajar dan mengajar disore hari terus berlangsung, karena ada beberapa paktor yang kita pertimbangkan. Melalui komite, kita rangkul kerjasama dengan orang tua agar merehab gedung sekolah dan menjadikan ruang belajar sejumlah rumah guru,” jelas Mursid Wakil Komite kepada wartawan, Senin 6 Februari 2012 terkait kisruh pengutipan tersebut. Disinggung apakah hal itu tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, dirinya menyadari hal tersebut. “Tapi kalau memang kita ingin melakukan perubahan didunia pendidikan menjadi lebih baik, saya kira tidak mengapa. Sebab, dari dahulunya tidak ada perhatian pemerintah yang serius kesekolah ini, kasihan kalau anak-anak belajar disore hari,” tambahnya. Walaupun sudah disepakati, tetapi mereka tetap memperhatikan warga yang tidak mampu. “Ada juga yang tidak mampu bayar akibat ekonomi. Untuk itu, kami juga berharap kepada pemerintah agar lebih serius memperhatikan pendidikan agar kami selaku wali murid dan lainnya tidak lagi ikut bertanggungjawab dengan keterpaksaan,” harap Mursid. Terlebih tambah Wakil Komite SD Negeri nomor 117470 itu, disekitaran kelurahan tersebut terdapat sekolah Madrasyah Ibtidaiyah yang tidak berfungsi. Padahal, mental anak didik diterangkannya harus dibarengi dengan ilmu agama yang melekat sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin modern. “Orang tua juga ingin anaknya juga sekolah MI, tapi karena selama ini masuk sore itu tidak terlaksana. Makanya atas pertimbangan yang matang dan musyawarah, kita lakukan rehab sejumlah gedung sekolah dan menambah ruangan bekas rumah guru dan ini murni peran komite,” ujar Mursid. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu Hobol Rangkuti menegaskan sekolah tidak berwenang mengutip biaya untuk membangun gedung baru. “Kalau memang benar, itu tidak boleh. Jika sudah dikutip, kita minta uangnya dikembalikan,” tegas Hobol menjawab wartawan.(fh)
BERITA TERKAIT:
|