- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Wali Kota Bandarlampung Copot 3 Jabatan KUPT Pasar
BANDARALAMPUNG (EKSPOSnews): Wali Kota Bandarlampung Herman HN langsung mencopot jabatan tiga kepala unit pelaksana teknis (KUPT) di tiga pasar berbeda karena masih tidak teraturnya pasar dan terjadinya penumpukan sampah.
"Kalau mau bekerja ya harus serius dan benar benar kerja, jangan asal asalan," ujarnya saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bambukuning, Bandarlampung, Rabu 25 Januari 2012. Selain tidak bisa menjaga kebersihan menurut dia, ketiga kepala unit pasar itu yakni Pasar Bambukuning, Gintung dan Smep juga dinilai tidak mampu mengelola parkir sehingga pasar tersebut terlihat semrawut. "Bagaimana kota bisa bersih kalau pasarnya dalam keadaan tidak teratur dan masih banyak penumpukan sampah di mana-mana sehingga dapat menyebabkan banjir," kata dia. Ia mengatakan, penumpukan sampah di pasar tentunya akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti banjir yang kemudian muncul penyakit akibat kejadian tersebut. Herman menyatakan, kekesalannya saat meninjau pembangunan Pasar Bambu Kuning Plaza yang tidak sempurna. Masih banyak penumpukan sampah, kayu-kayu serta besi sisa pembangunan sehingga menghalangi akses jalan ke arah lantai II pasar itu. "Semua sisa bangunan itu harus dikumpulkan jadi satu, jika seperti itu kelihatannya tidak rapi, juga menghalangi jalan kemudian saluran airnya juga harus ada, sehingga tidak ada air yang tergenang," kata dia. Herman juga mengimbau kepada para pedagang Pasar Bambu Kuning (BK) untuk berdagang di tempat yang telah disediakan. "Jangan ada pedagang yang berjualan di depan pasar atau areal parkir BK, juga jangan menjajakan barang dagangannya di sekitar tangga masuk lantai II dan di sekitar jalan," kata dia. Ia menegaskan, siapa pun boleh berdagang di pasar itu tetapi harus taat aturan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Saat Sidak di tiga pasar yakni Bambukuning, Pasar Gintung dan Smep tersebut, wali kota juga meminta pedagang sadar akan pentingnya kebersihan dan kerapian pasar seperti membunag sampah di tempat yang telah disediakan dan jangan membuang ke selokan sehingga drainase yang ada tidak tertutup sampah bekas dagangan mereka. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Khasrian Anwar enggan berkomentar atas pencopotan ketiga kepala UPT Pasar oleh wali kota saat sidak. "Ya tidak usah ditulis-tulisah, kan kasian," ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterima ketiga kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Bambu Kuning (BK), UPT Pasar Gintung dan UPT Pasar Smep dicopot karena dianggap tidak menjalankan tugas dengan benar.(antara)
BERITA TERKAIT:
|