- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Jamsostek Sibolga Mulai Bayarkan Santunan Kematian Pendeta HKBP
SIBOLGA (EKSPOSnews): Ribuan pelayan (pendeta, bibelvrouw, diakones, guru huria, dan sintua) yang melayani di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek). PT Jamsostek (Persero) Cabang Sibolga mulai membayarkan klaim santunan kematian kepada peserta yang meninggal dunia dari kalangan rohaniwan tersebut.
Praeses (pimpinan) HKBP Distrik IX Sibolga Pendeta Rich Janson Simamora didampingi Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Sibolga Mangasi Sormin dan Bahri Harahap menyerahkan santunan kematian pendeta yang tutup usia 31 tahun, karena sakit. Santunan diterima istri Pendeta Pahala Marpaung didampingi putri balita dengan haru dan mata berkaca-kaca. Siaran pers Kepala Bidang Umum, SDM dan Teknologi Informasi PT Jamsostek (Persero) cabang Sibolga Sanco Simanullang selasa 24 Januari 2012 mengatakan, penyerahan santunan dilaksanakan bersamaan acara partangiangan bona taon (syukuran awal tahun) HKBP Distrik IX Sibolga, yang dihadiri fungsionaris dari ratusan gereja, dirangkai acara sosialisasi program jamsostek, senin (23/01) yang bertempat di Gereja HKBP Sibolga julu. Jumlah santunan yang diserahkan sebesar Rp.17.831.364,- terdiri dari santunan kematian Rp10.000.000,- uang kubur Rp2.000.000,-, santunan berkala selama 2 tahun Rp4.800.000,-, dan Jaminan Hari Tua Rp1.031.364,- Sebelumnya, Pendeta Pahala Marpaung aktif di HKBP Resssort Balige II Distrik XI dan tercatat di jamsostek Pematang Siantar sejak bulan Mei 2010. Belakangan, almarhum pindah tugas di Gereja HKBP Distrik IX Sibolga. Praeses HKBP Distrik IX Sibolga Pendeta Rich Janson Simamora pada kesempatan tersebut mengajak ribuan pelayan terutama full timer (pelayan penuh waktu) untuk segera ikut program jamsostek. “Kami telah melihat penyerahan santunan kematian kepada keluarga Pendeta Pahala Marpaung. Ini merupakan bukti nyata, jamsostek bukan basa basi. Banyak untungnya ikut jamsostek, seperti kita telah saksikan hari ini. Kami mengajak seluruh pelayan full timer segera mendaftar jamsostek,” ungkap Praeses. Diakhir acara, terlihat sejumlah pendeta ramai ramai mengisi formulir pendaftaran jamsostek. Iuran berbanding Manfaat Sementara itu, Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Sibolga Mangasi Sormin dalam sambutannya mengilustrasikan perbandingan iuran dengan manfaat bila telah menjadi peserta jamsostek. Jumlah iuran yang dibayarkan setiap bulan oleh almarhum Pendeta Pahala Marpaung sebesar Rp2.715,- sementara manfaat yang diperoleh ahli waris berupa santunan jaminan kematian sebesar Rp16.800.000,- Menurut Sormin, dengan hanya membayar iuran Rp. 2.715,-/bulan, jika dihitung hitung secara matematis, semestinya almarhum harus membayar selama 515 tahun sehingga break event point Rp16.800.000,- “Tetapi PT Jamsostek (Persero) bukan pada posisi hitung-hitungan matematis semata, ini merupakan misi untuk melindungi seluruh pekerja Indonesia dari berbagai resiko sosial seperti kematian, kecelakaan, hari tua dan kematian dengan prinsip gotong royong,” ujar Kepala Cabang Sibolga.(relis)
BERITA TERKAIT:
|