Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Selasa, 22 Mei 2012
Follow: 
Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Home  / Ragam
Pembangunan Tembok RSUD Siantar Bermasalah
Jansen
Pengingkat batu besi proyek pagar RSUD diduga tanpa batu coran
PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Proyek pembangunan tembok RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar diduga tidak sesuai bestek. Sehingga kualitas bangunan yang ditangani Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) itu diragukan.

Diketahui proyek senilai Rp 1,3 miliar ini dikerjakan rekanan pelaksana PT Murai Batu, diantaranya, pembangunan pondasi tembok pagar menggunakan sebagian pondasi lama. Sehingga bangunan itu dikhawatirkan akan gampang runtuh.

Untuk pemakaian batu batu sebagai pengikat tiang besi pagar itu juga diduga bermasalah. Berdasarkan informasi yang diterima dari salah satu rekanan, pengikat pagar besi itu harusnya dibuat dari batu coran.

"Kalau tidak dicor, pagar itu akan gampang runtuh," ujar salah seorang rekanan di Siantar - Simalungun ini, Selasa 17 Januari 2012.

Sebelumnya, rekanan pelaksana proyek, Ismail dihadapan Pengawas Proyek (Direktur Tekhnik) dari Dinas Tarukim, Timbul Gultom mengakui pelaksanaan proyek itu tidak sesuai bestek awal. Menurutnya hal itu dilakukan atas perintah PPK Proyek, Eva Sihombing  untuk mengantisipasi permintaan pihak RSUD Djasamen Saragih.

Atas perintah PPK itu,rekanan diperbolehkan menggunakan pondasi lama dan tidak membongkarnya. Dengan syarat, pagar beton yang seharusnya setinggi 1,5 meter, menjadi 2,5 meter.

Eva Sihombing selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek itu mengakui, sebagian pondasi proyek itu masih memakai pondasi lama. Menurutnya, pondasi lama itu masih kuat sehingga pemakaiannya sebagai penopang pagar itu tidak akan mempengaruhi kekuatan bangunan itu.

Mengenai tidak dicornya pengikat pagar besi, Eva mengatakan, hal itu sudah sesuai bestek. Menurutnya, pemakaian batu batu bata tidak akan memperngaruhi kekuatan pagar karena dibagian lainnya sudah dipasangi angker (penahan tembok). (js)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb