- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Puluhan Pohon Mahoni di Jalan Asahan Dibabat
Jansen
Pohon mahoni di Jalan Asahan yang dipangkas hingga gundulSIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Puluhan batang pohon mahoni di sepanjang Jalan
Asahan km 4 - 5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, kembali
'dibabat' habis.
Sebelumnya, pohon mahoni itu juga telah 'dibabat' di Jalan Asahan km 6, sekitar akhirbulan Desember 2011 lalu. Informasi yang dihimpun saat itu, dilakukan pemangkasan terhadap pohon mahoni karena dianggap membahayakan warga dan pengguna jalan. Dinilai alasan itu hanya akal-akalan dan menggunakan modus klasik untuk melakukan penebangan kayu di pinggir jalan selama ini. Pasalnya, bukan hanya pemangkasan yang dilakukan, bahkanya ada sebagian pohon nyaris gundul. Karena bagian batang pohon ikut ditebang. Untuk pemangkasan yang kedua kali ini sudah berlangsung sejak tanggal 12 - 14 Januari 2012. Pemangkasan dilakukan mulai Km 5 sampai depan Kantor Camat Siantar. Ironisnya, ada beberapa pohon yang nyaris gundul. Uniknya, ada juga beberapa pohon mahoni yang sudah busuk, dibiarkan begitu saja. Padahal pohon itu jelas - jelas membahayakan pengguna jalan, dan bisa tumbang kapan saja justru tak ditebang. Bahkan pemangkasan dilakukan pada batang pohon yang masih kokoh. Pemangkasan yang dilakukan mulai pagi hingga sore hari ini juga menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Selain itu aktivitas tersebut menyebabkan polusi udara. Karena daun dari pohon itu justru dibakar di pinggiran jalan. Sebelumnya, Dewan Daerah Walhi Sumut. Oktavianus Sitio menilai yang terjadi bukanlah pemangkasan, namun pembotakan. Menurutnya, ini bukan perawatan lagi namanya, tapi pembotakan. "Secara kasat mata saja sudah begini terjadi, apalagi pohon-pohon yang tidak kelihatan,” katanya. Oktavianus berpendapat, jika memang benar ada permintaan dari warga untuk menebang pohon di pinggir jalan, Pemkab Simalungun seharusnya tidak langsung memberikan rekomendasi penebangan atau pemangkasan. Pemkab harus kroscek dulu. "Karena bukan rahasia lagi, alasan pohon-pohon di sepanjang jalan harus ditebang karena mengganggu warga dan pengguna jalan sudah menjadi alasan yang sering dibuat-buat penebang kayu di pinggir jalan. Bisa dikatakan ini bagian dari modus saja," paparnya. Menurutnya, jika memang kritis, bisa membandingkan nasib pohon mahoni ini dengan pohon-pohon di sepanjang jalan menuju Parapat yang sering rubuh. Namun mengapa tidak ada yang menebang. Dia menilai, itu tidak lain karena pohon-pohon tersebut tidak punya nilai ekonomis yang tinggi seperti mahoni. Menurutnya, jalan rusak dan polisi tidur lebih membahayakan pengguna jalan dibandingkan pohon mahoni. (js)
BERITA TERKAIT:
|