Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Selasa, 22 Mei 2012
Follow: 
Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Home  / Ragam
Buka Saat Malam Natal, Pemko Medan Tutup Equator dan Ebony
MEDAN(EKSPOSnews): Imbauan Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang meminta semua tempat hiburan malam menghentikan operasi pada malam Natal  24 Desember 2011 dianggap sepele sejumlah pengelola tempat hiburan. 

Imbauan yang disampaikan melalui surat edaran itu telah dikirimkan kepada pengelola masing- masing tempat usaha jauhjauh hari sebelumnya.Namun, dalam operasi yang digelar Sabtu malam,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Medan, selaku tim pengawasan, masih menemukan tempat hiburan yang beroperasi. 

Pengelola dinyatakan melanggar surat edaran Wali Kota Medan No.503/- 14505 tanggal 19 Juli 2011. Dari hasil penelusuran tim gabungan bersama aparat gabungan dari Polri-TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), beberapa tempat yang terkesan menyepelekan imbauan wali kota itu di antaranya adalah Karoke Equator di Novotel Soechi Jalan Cirebon. 

Pengelola karaoke berkilah belum menerima surat edaran Wali Kota Medan sehingga tetap membuka usahanya. “Ada apa ini, kenapa banyak sekali petugas? Kami buka karena tidak ada pemberitahuan,” kata Jonathan,selaku Manager Karaoke Equator kepada petugas. 

Menurut dia, Disbudpar Medan tidak bisa memaksa pihak manajemen Equator menutup sementara karoke yang sudah diisi penuh pengunjung. “Bila tidak ada surat pemberitahuan kepada kami, kami tetap buka. Kami tidak terima, karena usaha kami merupakan fasilitas hotel berbintang empat,” katanya lagi. 

Kepala Disbudpar Medan Busral Manan yang memimpin operasi, menjelaskan selama hari keagamaan tempat hiburan malam tidak dizinkan beroperasi, kecuali mendapat rekomendasi dari Disbudpar.

“Surat pemberitahuan sudah kami serahkan ke menejemen untuk larangan membuka tempat hiburan malam selama hari keagamaan,sejak tanggal 24,25 dan 26.Walaupun fasilitas hotel juga tidak diizinkan membuka, kecuali mendapat rekomendasi. Dari data di Disbudpar Kota Medan, untuk rekomendasi Novotel Soechi tidak terdaftar,” kata Busral,malam itu. 

Sebagai tindakan tegas,Disbudpar menutup sementara Karaoke Equator dan mengizinkan membukanya kembali setelah mengurus rekomendasi ke instansi pemerintah ini. “Malam ini, tempat hiburan kita tutup sementara dan diizinkan buka kembali setelah mendapat izin dari Disbudpar. Bila tetap masih membandel akan diberikan sanksi tegas, yakni dicabut izinya,” tegas Busral lagi saat membuat berita acara penutupan sementara. 

Sementara itu, mendengar informasi ada razia di lantai 2 karaoke tersebut, seluruh pengunjung yang berada di lantai 3 berhamburan keluar dari ruangan KTV sehingga menimbulkan suasana gaduh. Sejumlah wanita dan lelaki lari menghindar dari petugas. “Raziarazia,” jerit pengunjung sambil berlari menuju lift. 

Dalam operasi di Novotel Soechi ini,petugas mengamankan 11 perempuan yang diduga pekerja seks komersil (PSK) dan membawanya ke Kantor Disbudpar untuk dilakukan pembinaan. Tim kemudian melanjutkan operasi di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau yang juga memiliki fasilitas ‘Karoke Ebony’. 

Pihak manajemen juga mengaku tidak mendapat surat edaran wali kota. “Ada apa Bapak? Kenapa bawa banyak petugas.Bapak harus konfirmasi dahulu dong,”tegas Manajer Karoke Ebony Enda Nisfikasari. Busral langsung menegaskan, Hotel Emerald Garden tidak memiliki rekomendasi untuk membuka tempat hiburan malamnya pada hari besar keagamaan, walaupun merupakan fasilitas hotel.

“Yang dizinkan buka hanya fasilitas hotel yang sudah memiliki rekomedasi dari Disbudpar,” tegas Busral, sembari memerintahkan anggotanya untuk membuat berita acara penutupan sementara Karaoke Ebony. 

Setelah beberapa jam mengelilingi Kota Medan untuk mencari tempat hiburan yang masih membandel,tim gabungan juga menjaring sejumlah waria yang sedang mangkal di Jalan Hayam Wuruk dan membawanya ke Kantor Disbudpar untuk dilakukan pembinaan. 

Satu di antara perempuan yang diamankan dari Karaoke Equator berinisial RR mengaku diadanteman-temannya datang ke tempat hiburan itu untuk merayakan hari ulang tahun salah seorang teman mereka. 

“Kami tidak tahu kalau malam ini (Sabtu 24/12), malam keagamaan. Kami cuma mau merayakan ultah teman di KTV aja. Kami kan enggak ngapangapain. Kalau tahu orang tua saya masuk koran sama TV,apa enggak modar bapak awak,” ujarnya sambil menangis. 

Kepala Satuan (Kasat) Satpol PP Kota Medan Kriswan mengatakan, ke-11 perempuan dan waria tersebut langsung dipulangkan setelah diberikan pembinaan.“ Setelah didata, akan diberikan pembinaan kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,”katanya.(sindo)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb