- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Bangka Tengah Dapat Mobil Internet Kecamatan
KOBA (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung telah memiliki satu unit mobil pusat pelayanan internet kecamatan (M-PLIK) sebagai upaya peningkatan pemahaman kepada masyarakat terhadap teknologi informasi.
"Mobil itu merupakan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada pemkab sebagai upaya mengatasi masyarakat buta internet," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka Tengah, Esmet Ariyanto di Koba, Sabtu 24 Desember 2011. Menurut dia, pada awal 2011 Dihubkominfo telah mengajukan proposal permohonan bantuan satu unit M-PLIK kepada peerintah pusat, namun saat mobil tersebut akan didistribusikan kendala, karena syarat penerimanya haruslah perorangan sehingga pihaknya menyerahkan kepada Korps Pegawai Negeri (Korpri) untuk menerimanya. "Karena persyaratan penerima bantuan itu adalah perseorangan maka kami serahkan kepada Korpri Kabupaten Bangka Tengah untuk menerimanya dan diharapkan ke depannya mobil tersebut dapat memberikan kontribusi besar bagi pencerdasan masyarakat terutama di dunia internetisasi," ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Korpri Kabupaten Bangka Tengah, Zainal menjelaskan untuk mengoptimalkan pemanfaatan M-PLIK maka ke depannya pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat agar mobil tersebut dapat masuk ke sekola-sekolah untuk melayani para siswa yang membutuhkan informasi mengenai dunia internet. "Saat ini kami masih mencoba menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan minimal dengan keberadaan M-PLIK di setiap sekolah para siswa bisa faham cara menggunakan internet untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan belajarnya," ujarnnya. Menurut dia, apabila Dinas Pendidikan menyetujui tawaran kerja sama tersebut maka para siswa bukan hanya diajarkan cara membuka internet namun juga akan diajarkan cara menggunakan hotspot, karena saat ini secara umum para pelajar telah memiliki laptop yang bisa mengakses internet dimana saja asalkan ada jaringan internetnya. "Saat ini rata-rata perusahaan dan kantor-kantor lainnya telah menyediakan jaringan hotspot dan setelah para siswa diberikan pelatihan tentang tata cara menggunakannya maka diharapkan ke depannya mereka bisa mahir menggunakan jaringan hotspot," ujarnya. Selain masuk ke dunia pendidikan, menurut dia, pihaknya juga akan membawa M-PLIK ke setiap kecamatan di daerah itu yakni Kecamatan Koba, Namang, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Simpang Katis dan Pangkalan Baru dengan harapan keberadaan mobil tersebut dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. "Kami juga akan membawa mobil itu masuk ke desa-desa di enam kecamatan agar masyarakat juga dapat menikmati jaringan internet untuk saat ini secara gratis, namun ke depannya kemungkinan setiap pengguna akan dikenakan biaya karena pemda dikenakan biaya wajib Rp1 juta per bulan," ujarnya. Menurut dia, jumlah M-PLIK yang telah dimuliki Kabupaten Bangka Tengah baru satu unit tentunya masih belum mencukupi dengan melihat luas wilayah administratif fan jumlah penduduknya sehingga diharapkan ke depannya bantuan itu dapat ditambah lagi. Menurut dia, kemungkinan pemda akan mengenakan tarif kepada para pengguna jasa internet di M-PLIK karena memang di dalam peraturannya pihak pengelola diperbolehkan memungut biaya untuk menutupi kebutuhan operasional dan biaya wajib Rp1 juta kepada pihak ketiga. "Jika melihat dari aturannya maka tidak mungkin nantinya M-PLIK akan difungsikan sebagai warung internet (Warnet) dengan biaya sewa perjamnya tentunya akan sedikit lebih mahal dibandingkan warnet biasa karena M-PLIK menggunakan mesing jengset sebegai sumber energi dengan biaya bahan bakarnya tentunya lebih besar," ujarnya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|