Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Selasa, 22 Mei 2012
Follow: 
Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Home  / Ragam
Pembangunan Jalan Dipersulit, Warga Mengadu ke DPRD Siantar
Jansen
Rencana pembangunan akses jalan di Jalan Bah Bolon Kiri yang bermasalah
PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Akibat akses pembangunan jalan di Jalan Bah Bolon Kiri, Lorong IV, Kelurahan Sigulang - gulang, Kecamatan Siantar Utara, terkesan dihalang - halangi salah seorang warga, ternyata berbuntut panjang.

Bahkan permasalahan jalan ini disampaikan sejumlah warga, dengan mendatangi gedung DPRD Kota Pematangsiantar di Jalan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Rabu 21 Desember 2011. Namun tak satupun anggota dewan yang menemui warga, karena secara bersamaan ada rapat gabungan komisi - komisi dan pemko, membahas R-APBD tahun 2012.

Salah seorang warga, Gembira Nainggolan menuturkan, jalan itu merupakan akses ke pemukiman, dan bisa tembus ke Kelurahan Bane. Rencananya, jalan itu akan dibangun dengan dana PNPM, namun salah seorang warga, Israel Sihombing keberatan.

"Persoalan ini sudah disampaikan ke Lurah, Camat, dan BPN, namun saat dipasang patok, selalu gagal untuk dibangun," ujarnya.

Warga mengaku, jika tanah selebar tiga meter untuk jalan itu telah dibeli pemerintah. Karena tak adanya titik penyelesaian, akhirnya warga berencana menyampaikan persoalan itu pada dewan. Diketahui jalan itu bersebelahan dengan tanah milik Israel. Bahkan bersangkutan justru sempat mempersempit lebar jalan itu, sehingga sulit untuk dilalui.

Para warga ini menyampaikan, Israel pernah memanggil BPN Pematangsiantar, namun yang diukur justru tanah orang bukan milik bersangkutan. Sebelumnya, tanah untuk pembukaan jalan itu selebar delapan meter.

"Dia (Israel) mengganggap itu tanah (lebara tiga meter) miliknya. Tahun 2005 Israel membangun pondasi, seakan - akan tanah itu miliknya," sebut beberapa warga bersamaan.

Sementara itu di lokasi pembangunan jalan itu sudah dilakukan pengorekan tanah sekitar satu bulan lalu. Rencananya jalan itu akan dibangun dengan dana PNPM, namun Israel keberatan, sehingga pembangunannya tak rampung.

Israel yang coba ditemui di rumahnya tak berada di tempat. Pengakuan tetangganya, jika bersangkutan sedang di Medan. (js)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb