- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Mentawai Kekurangan Penyuluh KB
MENTAWAI (EKSPOSnews): Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, hingga kini masih kekurangan tenaga Penyuluhan Pelayanan Keluarga Berencana (KB).
"Kami sangat kekurangan tenaga penyuluh KB di daerah-daerah, khususnya di kawasan terpencil dan perbatasan di Kabupaten Kepulauan Mentawai," kata Kepala Bidang KB Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yusral Aidi di Mentawai, Minggu 11 Desember 2011. Menurut dia, kurangnya tenaga penyuluh dalam pelayanan KB di desa menyebabkan perkembangan program KB terlambat di kabupaten ini. "Keberadaan tenaga penyuluh sangat dibutuhkan dalam pelayanan KB di Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya. Dia menambahkan, untuk sekarang tenaga penyuluh dalam pelayanan progaram KB di Kabupaten Kepuluan Mentawai hanya satu orang setiap kecamatan. Itupun tenaga honorer. "Minimal dua orang tenaga penyuluh pelayanan KB untuk satu kecamatan," katanya. Dia mengatakan, pencapaian KB di Kabupaten Kepulauan Mentawai sekarang dirasakan masih terlalu minim. "Kendala yang dihadapi, yakni medan yang ditempuh begitu sulit dan terbatasnya tenaga penyuluh KB sehingga masyarakat belum begitu paham tentang program KB," katanya. Dia menambahkan, Mentawai merupakan daerah kepulauan dimana untuk menempuh daerah terpencil membutuhkan waktu yang cukup lama. "Jarak tempuh antara satu pulau ke pulau yang lain mencapai dua hingga enam jam, sementara tenaga penyuluh hanya satu orang setiap kecamatan," katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Sumbar, Yendrizal Makmur mengatakan, BKKBN sekarang lebih memfokuskan pelaksanaan program KB di Mentawai. "BKKBN Sumbar memberikan perhatian khusus untuk daerah tertinggal, yakni di Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya. Dia menambahkan, Kabupaten Kepuluan Mentawai merupakan daerah terpencil dengan pendidikan rata-rata penduduknya tamatan Sekolah Dasar. Hal itu sangat rentan terhadap tingginya angka kelahiran. "Kita melihat masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai menikah pada usia remaja," katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|