- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
DPRD Minta Penambahan Dokter Spesialis di Bengkulu
BENGKULU (EKSPOSnews): Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu menambah jumlah dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah itu.
"Penambahan dokter spesialis seharusnya menjadi salah satu prioritas Dinas Kesehatan, karena percuma menambah bangunan fisik tanpa dukungan ahli medis," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Septy Yuslinah di Bengkulu, Sabtu 10 Desember 2011. Ia mengatakan, DPRD siap mendukung jika Dinkes mengusulkan penambahan dokter spesialis dengan mengalokasikan anggaran dari APBD untuk memberangkatkan beberapa dokter untuk menempuh pendidikan spesialis. Namun, semua hal itu, kata dia, berpulang kepada dinas yang bersangkutan yang lebih mengetahui kondisi kebutuhan dokter spesialis yang masih minim. "Setiap reses atau jaring aspirasi, kami sering menerima keluhan masyarakat, terutama yang ada di kabupaten tentang minimnya keberadaan dokter spesialis," tambahnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Zulman Zuhri mengatakan bahwa Bengkulu masih membutuhkan sedikitnya 100 dokter dari berbagai bidang spesialis untuk ditempatkan di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. "Setidaknya perlu 100 dokter spesialis karena saat ini hanya ada 25 orang yang sebagian besar membuka praktek di Kota Bengkulu," katanya. Ia mengatakan, keberadaan dokter spelialis di sembilan kabupaten lainnya, khususnya kabupaten pemekaran masih minim sehingga perlu diprioritaskan penambahannya. Semua bidang spesialis masih kurang karena sebagian dokter juga tidak bertahan di Bengkulu dengan berbagai alasan keterbatasan yang ada di daerah ini. Ia mencontohkan dokter spesialis kulit hanya ada seorang, yang saat ini bertugas di RSUD Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Selain dokter spesialis kulit, dokter spesialis lainnya yang perlu ditambah antara lain dokter jantung, mata, THT, spesialis bedah, penyakit dalam, ortopedi dan lainnya. Menurutnya, setiap tahun penambahan tenaga dokter spesialis tersebut selalu diusulkan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil namun peminatnya sangat minim. Kondisi seperti ini cukup dimaklumi karena untuk menempuh pendidikan dokter umum mereka mengeluarkan dana pribadi ratusan juta rupiah, sehingga dokter yang baru lulus ingin cepat membuka praktik sendiri. Namun, pemerintah daerah tetap berusaha memenuhi kebutuhan dokter spesialis dengan menyekolahkan dokter umum dengan memberikan beasiswa yang dialokasikan dari APBD provinsi. "Setiap tahun selalu dibuka kesempatan bagi dokter umum untuk menempuh pendidikan spesialis," katanya. Usai menempuh pendidikan, para dokter tersebut akan disebar dan bertugas di 10 kabupaten/kota, terutama daerah dianggap paling minim dokter spesialis.(antara)
BERITA TERKAIT:
|