- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tahun Depan Angkutan Massal Transmedan Akan Beroperasi di Medan
MEDAN(EKSPOSnews): Dinas Perhubungan (Dishub) Medan menyosialisasikan angkutan massal Transmedan. Sarana ini dijadwalkan beroperasi tahun depan, setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengirimkan bus ke kota ini.
Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Dishub Medan Iswar mengatakan,pada 2010 sudah dilakukan studi kelayakan dengan anggaran Rp3 00 juta. Setelah pengkajian, mereka tinggal mempersiapkan penyediaan sarana dan prasarana. “Sarana dan prasarana yang disediakan,terutama koridor,sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Seluruhnya akan disiapkan sambil menunggu pengiriman bus dari Jakarta,”katanya pada acara Sosialisasi Angkutan Massal Kota Medan (Trans Medan) di Hotel Madani,Medan, Rabu 7 Desember 2011. Menurutnya, kota ini membutuhkan angkutan massal untuk memberikan kenyamanan karena tingkat kemacetan semakin parah.Keberadaan angkutan massal ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 40%. “Kemacetan lalu lintas di Medan diperkirakan semakin parah karena terus bertambahnya jumlah kendaraan di kota ini.Karena itu dibutuhkan satu angkutan massal menyerupai Transjakarta,”ucap Iswar. Dalam rencana, Transmedan ini akan berjalan bersamaan dengan kendaraan lain,baik pribadi maupun angkutan kota (angkot).Tidak ada jalur khusus untuk bus Transmedan. Operasionalnya diproyeksikan tepat waktu sehingga penumpang memiliki kepastian jadwal ketika naik bus ini. Ke depan,langkah selanjutnya adalah membentuk badan pengelola dengan bekerja sama dengan investor.Sistemnya direncanakan dalam bentuk konsorsium.“Jadi sambil Pemko menyiapkan sarana dan prasarana, kami mengajak pengusaha angkutan untuk bekerja sama dalam hal pengadaan bus atau lainnya, sehingga semuanya bisa berjalan bersama, tidak merasa ada yang tersaingi,” ujar Iswar. Dishub Medan menargetkan bisa mengoperasikan bus Transjakarta pada tahun depan, meskipun masih berupa pilot project.“Yang pasti kami akan berupaya maksimal menyiapkan sarana prasarana terlebih dahulu,”ucapnya. Menanggapi rencana ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan Mont Gomery Munthe menyatakan penolakannya. Dia menilai rencana Pemko ini justru menimbulkan masalah baru,karena akan menyebabkan pengangguran. “Total ada 12.000 angkot yang tergabung dalam Organda dengan jumlah sopir mencapai 24.000 orang. Kalau rencana Pemko tersebut direalisasikan, maka seluruhnya terancam tidak memiliki penghasilan lagi,”katanya. Kebijakan tersebut, lanjut dia, belum layak diterapkan di Kota Medan.Apabila Pemko tetap ngotot menerapkannya,Organda akan melakukan mogok massal bersama pengusaha angkutan lainnya.“Kami akan mogok massal. Kebijakan ini sudah diketahui sopir dan semuanya menolak,”tegasnya. (sindo)
BERITA TERKAIT:
|