Jum'at, 18 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Home  / Ragam
    Polisi Mulai Tertibkan Terminal Liar di Medan
    Selasa, 22 November 2011 | 05:44:21
    MEDAN(EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemko) Medan bekerja sama dengan Polresta Medan menertibkan loket yang menyalahi aturan atau pool bus liar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Senin 21 November 2011.

    Penertiban yang rencananya terus dilakukan hingga 20 hari mendatang ini dimulai dari pool bus Paradep Taxi yang berada di Jalan SM Raja Medan. Tim gabungan dari Dishub,Satpol PP, dan Satlantas Polresta Medan, dibantu personel TNI, memang tidak menemukan satu pun armada Paradep Taxi di tempat itu.

    Begitu pun,mereka tetap melakukan penindakan dengan membongkar dua pelang Paradep Taxi. Kepala Dinas Perhubungan Medan Armansyah Lubis mengatakan, Paradep Taxi ini menyalahi aturan.“Izinnya sudah mati sejak 2010,memang yang mengeluarkan izinnya adalah provinsi. Itu pun izin cara sewa dan bukan izin cari sewa. Cara sewa itu maksudnya adalah mobil rental yang digunakan keluarga dan bukan malah mobil yang mencari sewa dan menjual tiket.Ini juga sudah menyalahi aturan,”tegas Armansyah. 

    Pemerintah Provinsi,menurutnya, tidak mau lagi mengeluarkan izin kepada Paradep Taxi.Sebab,selama ini armada yang ada di lapangan selalu melebihi plafon perizinan.“Be-rapa jumlah plafonnya, pihak Provinsi yang mengetahui,”terang Armansyah. Dia menyebutkan, Dishub Medan sudah beberapa kali melayangkan peringatan dan sosialisasi bersama Satlantas Medan. Namun,pihak Paradep Taxi initakjugamengindahkanaturan.

    “ Makanya kita tindak langsung.  Ke depan Kasatlantas sudah menegaskan kalau masih ada armada Paradep Taxi yang beroperasi maka akan langsung ditindak di tempat.” Tak hanya itu, Armansyah juga menyebutkan,pihak Paradep Taxi juga sudah menyalahi SK Wali Kota Medan. Mereka menyalahgunakan loket yang seharusnya hanya untuk menjual tiket. Lokasi itu dijadikan pool bus dan tempat menaikturunkan penumpang. 

    Ketika dikonfirmasi terkait izin yang mereka kantongi sehingga masih tetap beroperasi, seluruh staf yang ada di Paradep Taxi langsung menolak. “No Comment,” kata mereka bergantian. 

    Selanjutnya,tim menuju ke loket CV Sartika.Loket ini juga seharusnya hanya digunakan untuk menjual tiket. Kenyataannya, lokasi itu juga digunakan sebagai pool bus dan tempat menaikturunkan p-enumpang. Karena CV Sartika dinilai melakukan pelanggaran aturan, tim langsung menindak dengan membongkar pelangnya. Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub Medan Toga Aruan menyebutkan, CV Sartika memiliki izin, namun mereka menyalahgunakan izin loket. Tempat itu seharusnya hanya untuk menjual tiket, tapi juga dijadikan pool bus. 

    Mandor CV Sartika Group M Sirait menyatakan,pihaknya mengakui telah menyalahgunakan izin loket. “Kita memang tahu salah, tapi kita sebenarnya tak mau melanggar aturan pemerintah. Izin loket ada,itu lengkap.Tapi, memang kita menurunkan dan menaikkan penumpang di sini. Itu karena fasilitas Terminal Amplas yang tidak baik,” kata Sirait. Selain itu,Terminal Amplas juga dinilai tidak aman.“Tadi pagi saja,ada penumpang kami yang melapor sudah kehilangan tasnya di Terminal Amplas. Tak tahu juga kita, apakah hilang karena ketinggalan, atau tasnya dicopet orang,” terang Sirait. 

    Menanggapi keluhan itu, Kadishub Medan menilainya sebagai alasan klise. “Selama ini selalu begitu alasan mereka.Padahal,Kasatlantas sudah mengatakan sesuai dengan perintah Kapoldasu, pihaknya akan rutin menurunkan intel di terminal-terminal di Medan. Kami juga terus berupaya melakukan pembenahan dan renovasi Terminal Amplas. Jadi itu hanyalah alasan klise.”tegas Armansyah. Dari CV Sartika, tim bergerak ke loket KUPJ Tour. Di tempat ini, sempat terjadi penolakan dari sejumlah karyawan ketika tim akan melakukan penurunan pelang. 

    Namun, tim bersikeras untuk menurunkan pelang KUPJ Tour. Kemarahan karyawan KUPJ Tour semakin memuncak ketika tim bergerak dan tak menyentuh loket KUPJ yang di sebelah KPUJTour. Akhirnya,tim pun menurunkan pelang KUPJ yang bersebelahan dengan KUPJ Tour,karena keduanya memang telah melanggar aturan. 

    Kapoltabes Medan Pol Tagam Sinaga mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat. “Kita berupaya mewujudkan keinginan masyarakat,” papar Tagam.(sindO)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!