• Home
  • Ragam
  • Rumah Sakit HKBP Balige Jadi Rujukan ODHA

Rumah Sakit HKBP Balige Jadi Rujukan ODHA

Sabtu, 19 November 2011 | 16:56:57
BALIGE (EKSPOSnews): Rumah Sakit HKBP Balige, Kabupaten Toba Samosir, ditunjuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di antara 18 rumah sakit milik pemerintah pada beberapa kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

"Rumah sakit HKBP Balige diikutkan menjadi rujukan ODHA sehubungan terbentuknya Komite HIV/AIDS di rumah sakit tersebut," kata Direktur RS HKBP Balige, Tihar Hasibuan, Sabtu 19 November 2011.

Ia mengatakan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang 18 rumah sakit pemerintah di Sumut yang menjadi rumah sakit rujukan bagi ODHA.

Dalam SK Nomor 782/Menkes/SK/IV/2011 tentang rumah sakit rujukan ODHA di Sumut, disebutkan lima rumah sakit pemerintah, di antaranya terdapat di Kota Medan, yakni RSUP H Adam Malik, RSUD dr Pirngadi Medan, RS Bhayangkara, RS Kesdam, dan RS Haji Medan.

Selain itu, kata dia, 13 rumah sakit di kabupaten/kota di Sumut, yakni RS HKBP Balige, RSU Lubuk Pakam,Deli Serdang, RS Kabanjahe, Kabupaten Karo, RS Pematang Siantar, RS Kumpulan Pane Kota Tebing.

RS Sultan Sulaiman Kabupaten Serdang Bedagai, RSUD dr Djoelham Binjai, RSUD Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, RS Adrianus Sinaga Kabupaten Samosir, RS dr Ferdinan Lumban Tobing, Kota Sibolga dan RSUD Padang Sidempuan.

"Kemudian, RS Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara dan RS dr H Abdul Manan Simatupang, Asahan. Ke-18 RS tersebut juga wajib menerima ODHA yang memeriksakan kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Komite HIV/AIDS RS HKBP Balige, Nurhayati Silalahi menyebutkan, hingga saat ini jumlah pasien penderita HIV/AIDS di rumah sakit itu tercatat 132 orang dengan usia produktif antara umur 18 sampai 35 tahun.

"Hampir 80 persen pengidap penyakit itu merupakan penduduk setempat sesuai yang terdata sejak tahun 2003 hingga 2011," katanya.

Selain pengidap berasal dari daerah Toba Samosir, juga terdapat penderita dari Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Pematang Siantar.

Jumlah tersebut, menurut Nurhayati, mungkin belum mencakup seluruh pengidap HIV/AIDS di kabupaten tersebut, karena bisa saja orang enggan melakukan tes, sehingga agak sulit dipastikan.

Penderita HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, yakni jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar dari yang terdata.

Latar belakang penderita penyakit tersebut, menurut dia, cukup beragam, di antaranya, sopir, petani, karyawan, ibu rumah tangga serta berbagai profesi lain, dengan penularan terbanyak melalui jarum suntik dan hubungan seks bebas.

Ia menyebutkan, komisi penanggulangan AIDS Rumah Sakit HKBP Balige, hingga kini tetap melakukan berbagai penyuluhan dan pelatihan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda dan pelajar guna menekan bertambahnya angka penderita di daerah tersebut. (antara)

BERITA LAINNYA
Inilah Ponsel Android Paling Suci
Kamis, 27 November 2014 | 16:28:01
Jangan Terburu-buru Cicipi Android Lollipop
Kamis, 27 November 2014 | 15:15:29
Indonesia Jadi Korban Serangan Cyber Regin
Kamis, 27 November 2014 | 15:13:03
Ledakan Tambang di Malaysia, Dua WNI Tewas
Kamis, 27 November 2014 | 13:59:40
Kodim 0830/Surabaya Utara Gelar Lomba Fragmen
Rabu, 26 November 2014 | 20:39:15
Hati-hati, Virus Menyebar Melalui SMS di Ponsel
Rabu, 26 November 2014 | 19:03:44
WeChat Paling Populer di Asia-Pasifik
Rabu, 26 November 2014 | 13:48:06
Google Chrome Versi Mobile Digunakan 400 Juta Orang
Rabu, 26 November 2014 | 13:42:14
Hari Guru Nasional jadi Trending Topic Twitter
Rabu, 26 November 2014 | 03:46:49
Samsung Galaxy A3 dan A5 Hadang Ponsel China
Selasa, 25 November 2014 | 09:49:02
Asuna, Robot Cantik yang Bisa Diajak Ngeseks
Selasa, 25 November 2014 | 04:41:17
BERIKAN KOMENTAR
Top