- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pemenang Tender DAK di Disdik Siantar Diduga Diarahkan
PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Pengumuman pemenang tender proyek dengan
sumber alokasasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010, di kantor Dinas
Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar dinilai telah diarahkan.
Sebelumnya, pemenang tender diumumkan Kamis 17 November 2011, dengan berbagai paket pengerjaan seperti pengadaan buku, alat peraga, dan rehab ruangan kelas. Namun, diduga Panitia Pembuat Komitmen (PPK) tak berfungsi dalam pelaksanaan proses tender itu. Direktur Eksekutif Komisi Pemantau Pengadaan Barang dan Jasa (KP2BAJA), Sumatera Utara, Pancasila Sibarani menilai ada indikasi para pemenang telah diarahkan. Bahkan diduga perusahaan yang dimenangkan itu dipakai oknum pejabat di lingkungan Disdik. Dia juga menilai pengumuman tender itu terlambat dilakukan, dimana harusnya tujuh hari setelah pemasukan wajib diumumkan. Jika pun ada penundaan, maka harus diumumkan juga. Seperti diketahui, pemasukan penawaran dimasukkan pada 26 Oktober lalu. Adanya indikasi pemenang diarahkan, menurut Pancasila seperti proyek pengadaan buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidik, yang dimenangkan CV Langit Biru, dengan penawaran Rp 1,8 miliar lebih. Anehnya, panitia tak ada melakukan klarifikasi terhadap CV Kirana Jaya dan CV Hanzoe Natama sebagai penawar. terendah yang mengajukan jenis barang yg sama yakni konsorsium Sinergi Utama. Ini juga terjadi dalam pengadaan buku perpustakaan yang dimenangkan Medan Metropolitan dengan penawaran Rp 1 miliar lebih. Bahkan tak ada dilakukan klarifikasi terhadap perusahaan penawar ternedha. "Ini salah satu contoh jika pemenang proyek diarahkan," sebutnya, Jumat 18 November 2011). Dia juga menyampaikan, jika perusahaan yang memenangkan tender seperti Langit Biru, Medan Metropolitan dan Simpati Indonesia merupakan satu grup. Menurutnya, hasil pantauan, selama tender pemenang itu tak hadir dari mulai proses tender, aanwajing. Namun tiba - tiba diumumkan menjadi pemenang. " Ada indikasi perusahaan itu dipinjam oknum pejabat di Disdik Pematangsiantar. Tender itu bersifat lelang mencari nilai terendah, dengan berbagai evaluasi administrasi, tekhnis, dan harga. Harusnya ada klarifikasi terhadap penawar terendah," paparnya. Pihaknya menilai, dari awal sudah diprediksi jika tender ini akal-akalan termasuk di semua dinas di Pemko Pematangsiantar. Menurutnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar harus melakukan pengawasan terhadap evaluasi proses tender. Sementara itu, Kadisdik, Setia Siagian tak berhasil dikonfirmasi. Bahkan setelah diumumkan tender itu hingga Jumat 18 November 2011, Setia tak berada di kantornya, begitu juga sejumlah panitia lelang. (js)
BERITA TERKAIT:
|