- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
43 KK Miliki Balita Kurang Gizi di Silaen, Tobasa
BALIGE (EKSPOSnews): Sebanyak 43 Kepala Keluarga (KK)yang memiliki anak balita kurang gizi
di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara memperoleh
bantuan dari pemerintah setempat guna mencegah terjadinya rawan pangan
bagi masyarakat prasejahtera.
"Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat prasejahtera dan balita yang terindikasi kurang gizi dalam pemenuhan pangan keluarga," kata Kepala kantor Ketahanan Pangan Pemkab Toba Samosir (Tobasa), Marsarasi Simanjuntak di Balige, Minggu, 13 November 2011. Selain 43 KK memiliki balita kurang gizi, menurut dia, 10 KK tergolong keluarga prasejahtera juga mendapat bantuan berupa beras 848 kg, kacang hijau 159 kg, susu bubuk 424 kotak dan gula pasir 159 kg. Menurut dia, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan DIPA APBN Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tobasa Nomor 018.11.071710 Tahun Anggaran 2011 dan Surat Bupati Tobasa Nomor 520/255/KKP/XI/2011 tanggal 7 November 2011, tentang penyerahan bantuan sosial berupa bahan pangan kepada masyarakat prasejahtera dan balita kurang gizi. "Ketahanan pangan menjadi salah satu variabel strategis dalam pembangunan ekonomi nasional dan masih perlu mendapat perhatian," katanya. Memang, jelasnya, peristiwa kerawanan pangan masih banyak ditemukan pada sejumlah daerah yang bersifat kronis dan terjadi sepanjang waktu secara mendadak, terutama di daerah rawan pangan. Maka untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kata Marsarasi, Pemkab Tobasa telah menyerahkan bantuan sosial berupa bahan pangan bagi warga Desa Silaen. Bupati Tobasa Kasmin Simanjuntak mengatakan untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan pendeteksian situasi pangan dan gizi masyarakat melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) guna memperoleh data informasi ketersediaan akses dan pemanfaatan pangan masyarakat atau rumah tangga. Bahkan, menurut dia, guna mengetahui situasi pangan dan gizi masyarakat setempat, telah dibentuk Tim SKPG yang terdiri dari lintas sektor terkait, bertugas untuk mengenali secara dini kemungkinan timbulnya masalah pangan dan gizi masyarakat, serta membuat rekomendasi upaya pencegahan dan penanganannya. "Saya menghimbau agar ketersediaan pangan di setiap rumah tangga dapat terpenuhi," katanya. Kasmin juga menyarankan, supaya warga lebih giat memanfaatkan lahan-lahan kosong secara optimal, termasuk lahan pekarangan untuk ditanami dengan berbagai jenis tanaman pangan. "Melalui kegiatan tersebut, ketersediaan dan kebutuhan pangan anggota keluarga dapat terpenuhi," katanya Kasmin.(antara)
BERITA TERKAIT:
|