- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Upacara Bendera di SMAN 3 Siantar Ditiadakan
Jansen
Upacara bendera di SMA 3 yang ditiadakan karena adanya kegiatan promosi YamahaPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Hanya karena ada kegiatan promosi dari Yamaha, membuat pelaksanaan
upacara bendera merah putih, Senin 31 Oktober 2011 di SMA Negeri 3 Kota
Pematangsiantar ditiadakan.
Selain itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah yang terletak di Jalan Pane, Kecamatan Siantar Timur juga ditiadakan. Akibatnya para siswa/i hanya berkeliaran di sekitar kompleks sekolah, termasuk guru - guru tak ada melakukan aktivitas mengajar. Ironisnya di lapangan sekolah tampak tiang bendera kosong, dan yang ada hanya umbul - umbul dari pihak Yamaha. Ada juga panggung musik, dan stand berisi berbagai jenis sepeda motor yang diproduksi perusahaan dari Jepang ini. Sejumlah siswa SMA Negeri 3 saat di temui, mengaku tidak mengetahui adanya acara Yamaha tersebut. Para siswa ini juga mengaku, menyesalkan upacara bendera yang rutin dilaksanakan, justru dibatalkan akibat kegiatan tersebut. "Ada juga perasaan menyesal, karena ini namanya tak menghargai negara. Jelas upacara itu bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme," sebut beberapa siswa bersamaan. Kepsek SMA Negeri 3 Bona Sihombing yang coba dikonfirmasi, tak berhasil ditemui. Diduga Bona langsung pergi meninggalkan lokasi sekolah, saat mengetahui sejumlah wartawan mulai berdatangan. Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA Negeri 3, Darmawan Silaban mengaku, jika kegiatan Yamaha itu sudah diprogramkan, dimana ada permohonan diajukan sekitar 2 lalu. Menurutnya, kegiatan itu seperti sosialisasi kendaraan bermotor dan pemakaian helm, dan bukan sebatas promosi. "Dengan penawaran itu Kepsek kemungkinan tertarik, apabila pihak Yamaha akan membangun lapangan basket dan gapura sekolah," ujarnya. Hanya saja, dia mengaku jika pelaksanaan upacara terganggu, dan menurutnya ini karena waktunya tak tepat. Dia juga menapik pihak sekolah mengesampingkan nasionalisme, dengan adanya kegiatan ini. "Upacara bendera setiap hari Senin tak mungkin rutin diadakan. Kita juga merasa tak terganggun" ujarnya. Darmawan kembali beralasan, upacara bendera tak dilakukan, hanya karena masalah waktu. Menurutnya, ini disebabkan pemasangan panggung dilakukan sejak Minggu sore 30 Oktober 2011, sehingga tak ada tempat untuk upacara. (js)
BERITA TERKAIT:
|